Selasa, 26 September 2017

"Jembatan udara" Timika-Wamena layani angkutan semen

| 3.322 Views
Ilustrasi - Tumpukan semen. (ANTARA FOTO/Eric Ireng)
Ke depan bukan hanya semen yang dikirim ke Wamena, tapi juga barang kebutuhan pokok lainnya. Berdasarkan laporan dari teman-teman di Wamena, sekarang ini ada tiga bahan bangunan yang paling dibutuhkan masyarakat di wilayah pegunungan yaitu semen, sen
Timika (ANTARA News) - Program "jembatan udara" Timika-Wamena, Papua yang secara resmi dimulai bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 pada 17 Agustus 2017, baru melayani pengangkutan semen.

Kepala Cabang PT Pelni Timika Suaidi, Selasa, mengatakan penerbangan jembatan udara untuk mengangkut material semen ke Wamena dari Timika rutin dilakukan menggunakan pesawat TriMG dan pesawat Hercules masing-masing empat kali seminggu.

"Sejak penerbangan perdana pesawat Hercules mengangkut semen sebanyak 10 ton ke Wamena pada 17 Agustus 2017 hingga kini terus berkesinambungan. Ini dalam rangka menurunkan disparitas (perbedaan,red) harga yang terlalu tinggi antara Pulau Jawa dengan daerah di pedalaman Papua," jelas Suaidi.

Ia mengatakan ada dua BUMN yang ditunjuk pemerintah untuk menyelenggarakan program "jembatan udara" Timika-Wamena yaitu Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Pelni Logistic selaku anak perusahaan PT Pelni.

Rata-rata setiap kali penerbangan "jembatan udara" Timika-Wamena, baik pesawat TriMG maupun pesawat Hercules TNI AU mengangkut sebanyak 14 ton semen.

"Rata-rata sekali angkut sebanyak 14 ton lebih. Itu sudah dibagi merata antara PPI dan Pelni Logistic. Setelah sampai di Wamena, barang itu didistribusikan ke daerah lain sekitar Wamena yang mencakup delapan kabupaten oleh penerima di sana yaitu Pak Abner Abnawas," jelas Suaidi.

Dengan semakin lancarnya distribusi semen dari Timika ke Wamena, maka harga semen di Wamena dan sekitarnya kini menurun drastis.

"Ke depan bukan hanya semen yang dikirim ke Wamena, tapi juga barang kebutuhan pokok lainnya. Berdasarkan laporan dari teman-teman di Wamena, sekarang ini ada tiga bahan bangunan yang paling dibutuhkan masyarakat di wilayah pegunungan yaitu semen, seng dan paku. Mudah-mudahan ke depan material lainnya bisa diangkut melalui program jembatan udara ini," kata Suaidi.

Program "jembatan udara" Timika-Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak rencananya akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia yang ditunjuk menyelenggarakan program tol udara Timika-Ilaga sementara ini masih menjajaki kerja sama dengan operator penerbangan yang akan mengangkut material bahan kebutuhan pokok masyarakat di Ilaga dari Timika.

Belum lama ini, Menteri BUMN Rini Sumarno bersama rombongan berkesempatan meninjau Pelabuhan Paumako Timika yang menjadi titik akhir program tol laut di wilayah selatan Papua dan Bandara Mozes Kilangin yang menjadi salah satu sentra program jembatan udara ke wilayah pedalaman Papua.

Dalam kunjungan ke Timika itu, Rini Sumarno meminta dukungan semua pihak terhadap program tol laut dan tol udara yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk menekan harga barang kebutuhan pokok yang sangat mahal di wilayah pedalaman Papua. 

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga