Minggu, 24 September 2017

Tak ada negara yang lolos dari dampak perubahan iklim

| 7.827 Views
Tak ada negara yang lolos dari dampak perubahan iklim
Voreqe Bainimarama (kiri) memberikan suara pemilu di Vatuwaqa Public School di ibukota Suva, Rabu, (17/9). (AFP PHOTO / Peter PARKS)
Suva (ANTARA News) - Perdana Menteri Fiji Voreqe Bainimarama mengatakan tidak ada negara yang dapat menghindari dampak perubahan iklim sehingga negara-negara industri harus mengurangi emisi karbon.

Berbicara di parlemen, Bainimarama, yang negaranya menjadi tuan rumah sidang Conference of Parties ke-23 (COP23) untuk Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, menyatakan telah mengambilalih tanggung jawab karena tidak ada sudut planet yang akan terselamatkan dari kemarahan perubahan iklim.

"Jika kita ingin menghindari kejadian seperti Topan Winston, Badai Harvey dan Irma, maka kita perlu menempatkan dunia industri dalam tindakan untuk mengurangi emisi karbon dan menyelamatkan kita dari dampak terburuk perubahan iklim," kata dia.

"Mengingat ancaman ekstrem yang kita hadapi, Fiji tidak boleh menjadikan kepentingan Presiden Fiji sebagai sebuah isu politik. ini bukan pertarungan untuk satu partai atau satu komunitas, ini adalah perjuangan untuk  Fiji, Pasifik dan setiap bangsa di Bumi," tambahnya.

Bainimarama juga menegaskan bahwa pada akhir September, Fiji akan mengadakan doa akhir pekan untuk Presidensi COP23 di gereja-gereja, masjid dan kuil, dan dia berharap dapat melihat sebanyak mungkin orang untuk hadir.

Bainimarama menyatakan akan berkunjung ke Montreal, Kanada, pada Selasa untuk menghadiri dialog menteri mengenai pertemuan dan tindakan perubahan iklim dengan pimpinan Kanada untuk mengumpulkan dukungan bagi COP23.

Kemudian, dia akan pergi ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York di mana dia akan menghadiri Pekan Iklim PBB dan bertemu dengan beberapa pemimpin bisnis, negara bagian dan kota yang paling berpengaruh di dunia untuk mendiskusikan peluang dalam pertumbuhan ekonomi yang bersih, dan menghadiri sebuah dialog tentang aksi perubahan iklim.

COP23 akan berlangsung pada 6-17 November di Bonn, Jerman.

Dialog Menteri 2017, yang dikenal sebagai Pre-COP, akan diadakan di Nadi, sebuah kota di Fiji, pada 17-18 Oktober. Acara ini dirancang terutama sebagai rangkaian sesi tertutup untuk para pemimpin politik dan penasihat utama.

Tujuan Pre-COP adalah memungkinkan para pemimpin partai anggota untuk terus bertukar pandangan tentang kiriman politik utama, termasuk rincian teknis, untuk COP23 mendatang, demikian Xinhua.

Penerjemah: Sella Panduarsa Gareta

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga