Sabtu, 23 September 2017

KIK-EBA PLN kelebihan permintaan 2,4 kali

| 3.722 Views
KIK-EBA PLN kelebihan permintaan 2,4 kali
Dokumen foto kawasan PLTU Suralaya di Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. PT PLN (Persero) akan melakukan sekuritisasi pada aset pembangkit listrik tersebut. (Fouri Gesang Sholeh)
Jakarta (ANTARA News) - PT PLN (Persero) menargetkan dapat meraih dana lebih dari Rp4 triliun dari program penawaran sekuritisasi aset Kontrak Investasi Kolektif Beragunan Aset (KIK-EBA) berbasis pendapatan yang akan dicatatkan pada 20 September 2017 di Bursa Efek Indonesia.

"KIK-EBA PLN mendapat sambutan positif dari investor, bahkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,4 kali," kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K Ro, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Menurut Aloysius, underlying (jaminan) KIK EBA tersebut adalah piutang anak usaha PLN, PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Suralaya, Jawa Barat.

"Tingginya tingkat permintaan ini disebabkan karena adanya proyeksi beberapa keuntungan yang didapat perusahaan dan investor," ujarnya.

Adapun benefit yang diperoleh perusahaan antara lain adalah recycle asset, memperkuat permodalan karena tidak membebani perusahaan, serta dapat meningkatkan kegiatan pendanaan perusahaan yang memiliki anggaran belanja modal (capex).

Dijelaskan, dengan mensekuritisasi hak sebagian pendapatan dari pembangkit listrik Suralaya, Mandiri Sekuritas akan bertindak sebagai arranger KIK-EBA PLN.

Sebelumnya, Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan secara keseluruhan perseroan bakal menerbitkan KIK EBA senilai Rp10 triliun. Untuk tahap I, PLN bakal menerbitkan KIK EBA sekitar Rp4-5 triliun.

Ia menjelaskan, beberapa investor yang berminat membeli KIK EBA perseroan berasal dari kalangan perbankan, asuransi dan dana pensiun.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga