Jumat, 22 September 2017

Kemristekdikti targetkan 14.000 doktor baru pada 2019

| 2.850 Views
Kemristekdikti targetkan 14.000 doktor baru pada 2019
Kemristekdikti (id.wikipedia.org)
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menargetkan penambahan sebanyak 14.000 doktor baru pada 2019.

"Kami menargetkan penambahan 14.000 doktor baru pada 2019 mendatang," ujar "Senior Expert" Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Dr Jhon Pariwono, di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan, saat ini jumlah dosen bergelar doktor hanya 31.554 dari sekitar 230.000 dosen. Kemudian, 37.000 dosen hanya bergelar sarjana dan pascasarjana sebanyak 155.519 dosen.

"Selain meningkatkan jumlah doktor, kami juga berupaya agar dosen yang masih sarjana naik menjadi pascasarjana. Ini jelas melanggar aturan, karena masih ada dosen lulusan strata satu. Mestinya semua dosen paling rendah S2," jelas dia.

Saat ini, Kemristekdikti terus menggenjot para dosen untuk melanjutkan studinya ke jenjang S3. Salah satu caranya melalui pemberian beasiswa.

"Memang ini tantangan besar bagi Kemristekdikti untuk menaikkan S2 menjadi S3. Apalagi dana riset sangat sedikit. Kalaupun ada dana pemerintah, kucuran dananya di tengah tahun sehingga memengaruhi kualitas hasil riset," kata dia.

Dia menjelaskan, ada beberapa penyebab dosen sulit mencapai pendidikan doktoral, dikarenakan faktor anggaran riset yang terbatas, minat dosen untuk meneruskan ke jenjang S3 juga kurang karena terkendala masalah dana serta kesiapan infrastruktur.

Sementara itu, Prof Zlatko Skrbis dari Monash University mengatakan pihaknya membuka peluang seluas-luasnya bagin mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan ke pendidikan doktoral.

Pada akhir pekan lalu, pihaknya menggelar Program Informasi Doktor di Jakarta, Sabtu.

Zlatko menjelaskan, kegiatan itu sejalan dengan visi pemerintah Indnesia untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas doktor, sekaligus menggenjot tingkat publikasi ilmiah di level internasional.

Menurutnya, Monash menawarkan program studi doktoral untuk meningkatkan kecakapan serta pengetahuan yang diperlukan bagi pelatihan penelitian.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga