Rabu, 20 September 2017

BRG fokus selamatkan gambut tebal dan dalam

| 8.708 Views
BRG fokus selamatkan gambut tebal dan dalam
Ilustrasi--Kebakaran Lahan Gambut Riau. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyemprotkan air ke arah lahan gambut yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (7/8/2017). Satuan tugas pemadam kebakaran lahan Riau terus berupaya melakukan upaya pemadaman agar kebakaran tidak semakin meluas. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Banjarmasin (ANTARA News) - Badan Restorasi Gambut fokus menyelamatkan keberadaan gambut yang masih tebal dan dalam di empat Kabupaten di Kalimantan Selatan, yaitu Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Utara.

Koordinator Pusat Study Kebencanaan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Rosalina Kumalawati di Banjarmasin, Selasa mengatakan, saat ini pelaksanaan restorasi difokuskan pada upaya penyelamatan kondisi gambut yang masih bagus, yaitu tebal dan dalam.

"Saat ini jumlah gambut kita yang kondisinya tebal dan dalam semakin sedikit sehingga perlu upaya penyelamatan secara intensif melalui program dan keterlibatan masyarakat sekitar," katanya.

Menurut Rosalina, seperti di daerah Berambai Barito Kuala, dulu gambutnya cukup bagus dan sangat luas, tapi kini tinggal spot-spot.

Bila kondisi tersebut tidak segera diantisipasi, maka dikhawatirkan gambut Kalsel yang tebal dan dalam akan semakin habis.

"Selain pemulihan kondisi gambut pascabencana 2015, kita juga fokus untuk menjaga kondisi gambut yang masih bagus seperti di Kabupaten Hulu Sungai Utara," katanya.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk menjaga kondisi gambut tersebut, BRH segera membangun ratusan sumur bor dan sekat kanal.

Khusus di Kabupaten HSU, bakal dibangun sekitar 125 sumur bor dan 200 sekat kanal di sekitar lahan gambut yang telah ditetapkan oleh tim lapangan.

"Ada beberapa pembangunan sumur dan sekat kanal yang masuk di di wilayah budi daya masyarakat, sehingga perlu dikoordinasikan dengan masyarakat," katanya.

Rencananya dalam minggu ini juga proyek pembangunan sumur maupun sekat kanal, akan mulai dikerjakan.

"Pembangunan akan kita kerjakan di lokasi yang tidak bermasalah dulu, sambil menunggu proses penyelesaian beberapa lokasi yang masuk kawasan masyarakat," katanya.

Selain membangun sumur, program BRG juga membina masyarakat melalui budi daya sektor perikanan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan nilai ekonomis dari program tersebut, sekaligus menjaga kondisi gambut tetap lestari.

"Kita terbagi dalam beberapa tim sehingga seluruh pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu, walaupun kini waktunya tinggal tiga bulan," katanya.

Sebaran Gambut di Kalsel yaitu untuk gambut dengan kedalaman lebih 300 cm seluas 106.233 hektare (ha) terdapat di Kabupaten HSU, 31.593 ha, Tabalong 10.167 ha total 147.993 ha atau 45 persen dari total lahan gambut di daerah ini.

Selanjutnya, kedalaman gambut 100-300 cm, yaitu di HSS 74.117 ha, Banjarbaru 5.753 ha, Balangan 1.546 ha dan Tala 1.290 ha sehingga total 82.716 atau 25 persen.

Kedalaman gambut 0-100 cm, yaitu di Kabupaten Batola 43.941 ha, Banjar 33.070 ha, HSS 15.673 ha, Banjarmasin 3.374 ha dengan total 96.058 atau 30 persen dari total lahan gambut.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga