Selasa, 26 September 2017

KPAI apresiasi bantuan Indonesia ke Rohingya

| 3.169 Views
KPAI apresiasi bantuan Indonesia ke Rohingya
Presiden Joko Widodo (kelima kiri) didampingi Menko PMK Puan Maharani (ketiga kiri), Menlu Retno Marsudi (kedua kiri), dan Mensesneg Pratikno (kiri) memantau prajurit TNI Angkatan Udara memasukkan bantuan kemanusiaan Rohingya untuk ke dalam pesawat di Base Ops TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/9/2017). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta (ANTARA News) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi bantuan kemanusiaan Indonesia untuk pengungsi etnis Rohingya yang ditujukan untuk meringankan beban mereka setelah mendapatkan tindakan persekusi sistematis dari militer Myanmar.

"KPAI mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo dan masyarakat Indonesia yang mengirim bantuan tahap pertama untuk pengungsi Rohingya," kata Komisioner KPAI bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak Jasra Putra, sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Bantuan dari masyarakat Indonesia ke Rohingya itu sendiri berupa bantuan tenda, tangki fleksibel, perlengkapan keluarga, sembako, gula, beras dan lainnya.

Menurut dia bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian bangsa Indonesia terhadap tragedi kemanusian pengungsi Rohingya baik usia anak maupun keluarganya.

"Semoga dengan bantuan tersebut bisa memberikan dampak perbaikan jangka pendek yang dialami oleh anak yang tentu dalam konvensi internasional dilindungi dan ditangani secara baik," kata dia.

Dia mengatakan terdapat pekerjaan rumah Indonesia ke depan untuk meminta negara-negara Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan aktivis anak dunia untuk terus memberikan perhatian penuh terhadap pengungsi Rohingya dan utamanya anak.

Khusus anak, kata dia harus diberikan perlakuan khusus seperti mendapatkan hak pendidikan, kesehatan dan rasa aman dalam situasi konflik.

"Karena dalam kondisi anak dalam situasi mengungsi tentu banyak anak terganggu dan tidak terpenuhi hak-haknya jika dibandingkan dengan lingkungan sebelumnya," kata dia.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga