Rabu, 27 September 2017

Tersangka pungli Pekanbaru dipindah ke LP anak

| 1.075 Views
Pekanbaru (ANTARA News) - Tersangka kasus pungutan liar di Rumah Tahanan Kelas IIB Sialang Bungkuk Pekanbaru, Riau, yang merupakan mantan kepala satuan pengamanan di sana, sekarang sudah dipindah ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak.

"Tersangka pungli saat ini sudah kami pindahkan ke LPKA Anak Pekanbaru untuk alasan keamanan. Kalau di Rutan, kami khawatir jumpa napi kemarin yang dendam," kata Kepala Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru Al Azhar di Pekanbaru, Rabu.

Dia mengatakan total ada tiga tersangka yang dipindahkan lokasi penahanannya. Selain mantan kepala satuan pengamanan Rutan Pekanbaru, ada dua tersangka lain yang dahulu adalah staf Rutan.

Tiga tersangka itu pada Selasa (12/9) lalu dilimpahkan Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau ke Kejaksaan Tinggi. Lalu penahanan dilakukan kejati dengan mengirimnya ke Rutan Sialang Bungkuk.

Azhar mengaku bahwa tiga tersangka itu sempat datang ke rutan dan pihaknya menerima. Lalu pihaknya di internal berkoordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Riau.

"Di internal, kami koordinasi dengan Pak Kanwil lalu diizinkan ditempatkan di LPKA. Kira-kira satu jam datang dan sampai masuk ke dalam saya berpikir nanti ada gangguan lebih baik ambil langkah cepat, karena kalau masuk sama saja dengan bunuh diri," ungkapnya.

Ketiga tersangka itu atas nama Taufik selaku eks Kepala Pengamanan Rutan dan dua orang stafnya Ripo dan Kurniawan. Mereka diduga telah melakukan pungli terhadap para tahanan dan narapidana di Rutan dengan modus meminta biaya pemindahan dari sel pengamanan pengenalan lingkungan (mapelaling) ke sel yang lebih layak.

Kepala Seksi Penuntutan Kejati Riau, Lexy Patarani mengungkapkan bahwa ketiga tersangka sempat memohon agar tempat penahanan dipindahkan dari Rutan Sialang Bungkuk tersebut. Hal itu karena ketiganya melakukan pungli di sana dan ditakutkan akan ada dendam dari para tahanan yang menjadi korban pungli tersebut.

"Jadi untuk pastinya dia tetap ditaruh di Sialang Bungkuk. Memang ada permohonan pindah Rutan. Tapi hal itu kita serahkan ke pihak Rutan," ucapnya.

Pengusutan kasus ini sendiri dimulai setelah kejadian kaburnya 478 tahanan dan narapidana dari Rutan Sialang Bungkuk ini pada awal Mei 2017 lalu. Hasil penyelidikan diketahui pemicunya karena masalah kelebihan kapasitas dan pungli yang dilakukan oleh oknum pengamanan rutan terhadap tahanan.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga