Selasa, 26 September 2017

Kimia Farma akan terbitkan surat utang Rp1 triliun

| 2.999 Views
Kimia Farma akan terbitkan surat utang Rp1 triliun
Logo Kimia Farma (www.bumn.go.id)
Jakarta (ANTARA News) - PT Kimia Farma Tbk akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) berkelanjutan dengan nilai total Rp1 triliun untuk mendukung kegiatan ekspansi usaha.

"MTN sebesar Rp1 triliun itu telah disetujui oleh Menteri BUMN. Aksi korporasi itu untuk mendukung kegiatan usaha," kata Direktur Utama Kimia Farma Tbk Honesti Basyir di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan bahwa pada tahap pertama, perseroan akan menerbitkan MTN sebesar Rp400 miliar dengan jangka waktu tiga tahun dan memiliki kupon 8,10 persen.

"Kupon sebesar itu sesuai dengan peringkat AA- (double A minus) yang diperoleh Kimia Farma dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)," paparnya.

Ia menambahkan bahwa MTN sebesar Rp400 miliar itu diterbitkan pada triwulan ketiga tahun ini yang antara lain digunakan untuk modal kerja (capital expenditure/capex) dan pengeluaran operasional (operating expenditure/opex). serta refinancing beberapa utang yang tikat bunga relatif tinggi.

Sementara itu, lanjut Honesti Basyir, untuk MTN tahap kedua akan diterbitkan pada triwulan I 2018 dengan senilai Rp600 miliar untuk membiayai ekspansi melalui investasi beberapa proyek lain dari Kimia Farma Group.

Ia mengatakan bahwa penerbitan MTN itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan yang saat ini sebagian berasal dari kredit perbankan dan merupakan alternatif pendanaan dengan cost of fund yang lebih efisien.

Dalam aksi korporasi ini, Kimia Farma menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas sebagai arranger dan PT Bank BNI sebagai agen pemantau.

Sementara itu tercatat, pada semester pertama 2017 ini perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2,63 triliun, naik 5,85 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,49 persen. Sejalan dengan kenaikkan itu, laba bersih perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 2,75 persen menjadi Rp98,17 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp95,54 miliar.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga