Sabtu, 23 September 2017

Pemerintah dukung pembangunan RS Pendidikan Sam Ratulangi

| 2.471 Views
Pemerintah dukung pembangunan RS Pendidikan Sam Ratulangi
Kemenristekdikti (id.wikipedia.org)
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah mendukung rencana pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, dengan skema pembiayaan Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"RSP Sam Ratulangi masih dalam proses pembangunan kembali, tetapi untuk klinik rawat jalannya sudah operasional," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Ali Ghufron Mukti, saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, pembangunan RSP itu akan dibiayai dengan skema KPBU karena skema pembiayaan itu menjadi solusi untuk melanjutkan sejumlah proyek pembangunan perguruan tinggi negeri (PTN) yang mangkrak.

"Ini skema baru. Kami harap, persoalan proyek PTN mangkrak ini bisa diselesaikan," harap dia.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan alternatif pembiayaan investasi non-anggaran pemerintah (PINA) dan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), merupakan upaya pemerintah untuk mengatasi keterbatasan ruang fiskal dalam mendukung pembangunan infrastruktur serta mendorong partisipasi swasta terutama dana-dana kelolaan jangka panjang seperti asuransi dan dana pensiun untuk mencapai target-target pembangunan infrastruktur nasional.

Sementara itu, Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof Ellen Joan Kumaat mengatakan Proyek RSP menjadi percontohan pembangunan infrastruktur PTN dengan melibatkan badan usaha.

"Proyek ini akan menjadi percontohan pembangunan infrastruktur PTN dengan skema KPBU," kata Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof Ellen Joan Kumaat.

Saat ini, skema pembiayaan tengah dibahas di kementerian keuangan dan Kementerian Ristek Dikti.

"Informasinya sudah ditanda tangan oleh Sekjen Kemenristek Dikti, tapi saya belum pegang suratnya akan saya lacak prosesnya sampai dimana," ungkapnya.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga