Selasa, 26 September 2017

Indonesia bantu pengembangan bulu tangkis negara pemula

| 2.460 Views
Indonesia bantu pengembangan bulu tangkis negara pemula
Arsip - Pasangan ganda putri Indonesia Agatha Imanuela/Siti Fadia menghadapi pasangan Korea Selatan Min Ji Kim/Yu Rim Lee dalam final Kejuaraan Junior Asia 2017 di GOR Jaya Raya, Jakarta, Rabu (25/7/2017). (ANTARA News/Ricky Prayoga)
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia selaku tuan rumah kejuaraan dunia junior di GOR Among Rogo Yogjakarta, 9 hingga 22 Oktober akan membantu pengembangan cabang olahraga bulu tangkis bagi negara-negara pemula atau yang saat ini baru mengembangkan olahraga tersebut

"Akan ada training camp untuk mereka. Rencananya dilakukan di Magelang, Jawa Tengah, 23 September, atau sebelum kejuaraan dunia berlangsung," kata panitia penyelenggara kejuaraan dunia junior Achmad Budiharto di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, saat ini sudah ada peserta dari 10 negara yang telah mendaftar untuk melakukan pelatihan bulu tangkis bagi atlet muda, di antaranya Brasil, Ghana, Australia, dan Armenia. Jumlah pebulu tangkis yang didaftarkan berbeda-beda.

Untuk mendukung pelatihan ini, pihaknya menggandeng PB Djarum Kudus yang kemudian akan menjadi mentor selama menjalani pelatihan hingga menjelang pelaksanaan kejuaraan dunia junior di Yogjakarta itu.

"Pelatih dari PB Djarum akan turun langsung dan akan dipimpin Koh Christian Hadinata. Selama pelatihan, akan diajarkan teknik dasar bermain, fisik, hingga bagaimana cara untuk bersaing dalam sebuah pertandingan," katanya.

Terkait dengan biaya peserta untuk menjalani pelatihan, pria yang juga Sekjen PP PBSI ini mengaku akan ada subsidi. Namun, jumlahnya belum dijelaskan secara detail.

Salah satu penanggung jawab pelaksanaan pelatihan untuk atlet dari negara berkembang, Yuni Kartika, mengatakan training camp  tersebut ditargetkan bisa menjaring peserta sedikitnya 100 atlet muda.

"Saat ini yang sudah terdaftar 32 atlet. Untuk jumlah, memang beda. Australia dan Ghana, misalnya, masing-masing mengirim tujuh atlet. Untuk Armenia dan negara Asia lainnya banyak yang mengirimkan satu atlet," katanya saat dikonfirmasi.

Setelah mengikuti pelatihan, kata dia, banyak atlet yang akan mengikuti kejuaraan dunia junior. Apalagi, pada kejuaraan ini mempertandingkan dua kategori, yaitu tim dan individu.

Kejuaraan dunia sendiri ditargetkan diikuti peserta dari 60 negara. Saat ini sudah terdaftar 70 atlet untuk kategori individu.

Pendaftarakan akan ditutup, katanya lagi, pada tanggal 25 September.

Editor: Gilang Galiartha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga