Sabtu, 23 September 2017

Makassar raih Adipura ASEAN melalui bank sampah

| 6.588 Views
Makassar raih Adipura ASEAN melalui bank sampah
Arsip: Menlu Australia Kunjungi Lorong Garden Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop (kedua kiri) didampingi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (kiri) melihat tanaman di Lorong Garden, jalan Toddopulli II Makassar, Sulawesi Selatan. (ANTARA FOTO/Darwin)
Jakarta (ANTARA News) - Kota Makassar meraih penghargaan pada bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan (Environmentally Sustainable Cities) yang merupakan penghargaan Adipura tingkat Asia Tenggara untuk kategori daerah bersih.

"Kami sangat bangga. Saya rasa ini merupakan penghargaan yang patut diberikan pada Kota Makassar melihat perubahan dan ide-ide yang selalu membuat Makassar melesat cepat," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Makassar Firman Pagarra di Jakarta, Rabu.

Penerimaan tersebut diserahkan langsung dari The Minister of Development Hon. Dato Seri Setia Awang Haji Bahrin bin Abdullah kepada Wali Kota Makassar Danny Pomanto yang didampingi Kabag Humas Pemkot Firman Pagarra di Bandar Sribegawan, Ibu Kota Brunei Darussalam.

Firman mengatakan bahwa penerimaan penghargaan itu merupakan rangkaian acara The 4th ASEAN Enviromentally Sustainable Cities (ESC) Award Presentation Ceremony and the Launching of the 5th ASEAN State of Environment Report.

Ia menegaskan penghargaan itu mengukir sejarah dan menjadi bukti bahwa Makassar selalu dua kali tambah baik.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sudirman menghargai prestasi Kota Makassar. Selain Makassar, Bandung dan Malang juga mendapatkan penghargaan serupa.

"Saya berharap banyak bahwa kami dapat mencapai sukses dalam penghargaan ini, tidak saja untuk menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga untuk berkontribusi dalam perencanaan kota, pemerintahan yang baik," ujar Sudirman.

Sebelumnya, Pemerintah mendaftarkan 10 kota di Indonesia untuk mengikuti uji coba Environmentally Sustainable Cities, semacam penghargaan Adipura untuk tiga kategori: kota terbersih, udara bersih, dan air bersih.

Program itu merupakan tindak lanjut ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable City (AWGESC) pada tahun 2003.

Sudirman menjelaskan keberhasilan Pemerintah Kota Makassar itu tidak lepas dari komitmen Wali Kota Makassar melalui program Makassar Tidak Rantasa (MTR) dan bank sampah.

"Tidak gampang mendapat penghargaan ini, harus ada upaya dan komitmen pemerintah daerah dan tergantung pada kemampuan wali kotanya sebagai pemimpin," tegas Sudirman.

Melalui bank sampah, masyarakat Makassar merasakan hasilnya, yakni penambahan penghasilan melalui pengelolaan sampah.

(T.I025/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga