Sabtu, 23 September 2017

Liga Jerman akan ikuti Inggris memperpendek periode bursa transfer pemain

| 2.516 Views
Liga Jerman akan ikuti Inggris memperpendek periode bursa transfer pemain
Liga Jerman (Bundesliga). (ANTARANews)
Berlin (ANTARA News) - Liga Jerman (Bundesliga) akan mengikuti Liga Inggris yang melakukan pemungutan suara untuk memperpendek periode bursa transfer pemain, menurut kepala Liga Jerman (DFL) Reinhard Rauball yang mengusulkan perubahan itu, Rabu.

Sebanyak 36 klub profesional Jerman akan mengadakan pemungutan suara pada bulan Desember dan Rauball ingin klub Bundesliga sepakat untuk menutup jendela transfer sebelum kompetisi Liga Jerman dimulai.

Pekan lalu, klub-klub Liga Inggris memilih menutup jendela transfer musim 2018 sebelum dimulainya kompetisi 2018-19. Rauball berharap klub-klub Jerman bisa melakukan hal yang sama dengan Inggris.

Saat ini, kompetisi di Jerman dimulai pada pertengahan Agustus dan jendela transfer ditutup pada akhir Agustus. Hal itu dianggap mengganggu tim karena akan ada pemain yang akan datang atau pergi sementara kompetisi sudah berjalan.

Bundesliga pun terpengaruh saat pemain sayap Ousmane Dembele menolak untuk berlatih bersama Borussia Dortmund lalu pindah ke Barcelona.

"Tahun ini banyak (pemain) yang mondar-mandir yang tidak dapat dibenarkan lagi. Harus dihentikan," kata Rauball kepada Sport Bild dilansir dari AFP, Rabu.

"Saya akan mengusulkan ke komite eksekutif DFL yang kami pilih untuk memperpendek periode transfer," tegas dia.

(Baca: Liga Inggris akan akhiri bursa transfer lebih awal)

"Jika keputusan diambil, keputusan tersebut harus dipilih pada bulan Desember," katanya.  "Jika mayoritas dari 36 klub profesional setuju, aplikasi yang sesuai harus dikirim ke federasi internasional (FIFA, UEFA), melalui Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB)."

"Kemudian, misalnya, periode transfer akan ditutup pada 1 Agustus," sambung Rauball.

Seperti di Inggris, tokoh-tokoh sepak bola Jerman juga menginginkan tanggal yang seragam di seluruh Eropa terkait penutupan bursa transfer.

"Harus ada keharmonisan di Eropa," kata pimpunan Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge, sementara pelatih Carlo Ancelotti menginginkan jendela ditutup sebelum 

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu

Editor: Gilang Galiartha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga