Senin, 23 Oktober 2017

Abbas puas dengan keputusan rekonsiliasi Hamas

| 4.382 Views
Abbas puas dengan keputusan rekonsiliasi Hamas
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (ANTARA FOTO)
Ramallah, Palestina (ANTARA News) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Ahad (18/9) mengatakan ia puas dengan keputusan gerakan Hamas untuk melakukan tindakan praktis menuju rekonsiliasi internal.

Abbas, yang tiba di New York untuk menghadiri pertemuan tahunan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan dalam satu pernyataan resmi bahwa ia puas dengan pernyataan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Kairo, Mesir, untuk rujuk.

Pada Ahad pagi, para pemimpin Hamas, yang telah melakukan pembicaraan dengan pejabat senior keamanan intelijen Mesir, mengatakan dalam pernyataan resmi bahwa mereka siap untuk melakukan rekonsiliasi dengan Partai Fatah pimpinan Abbas.

Hamas sebelumnya mengumumkan telah membubarkan komite administratif untuk menangani urusan sehari-hari di Jalur Gaza. Pembentukan komite itu telah membuat marah Abbas, yang berkeras bahwa komite tersebut mesti dibubarkan guna melanjutkan dialog dengan Hamas.

HAMAS, yang telah menguasai Jalur Gaza sejak merebut kendalinya pada 2007, telah menyampaikan kesediaan untuk menerima pemerintah konsensus Palestina di Jalur Gaza dan mengizinkannya bekerja secara layak.

Para pemimpin komite administratif yang dijalankan Hamas di Jalur Gaza juga mengatakan mereka siap untuk sepenuhnya bekerja sama dengan pemerintah konsensus dan menyerahkan urusan Jalur Gaza.

Juru Bicara Pemerintah Konsensus di Ramallah Yousef Al-Mahmoud mengatakan pemerintah sepenuhnya siap pergi ke Jalur Gaza secepatnya dan mengambil-alih daerah kantung pesisir itu.

Menurut pernyataan resmi Abbas, ia akan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Palestina di Ramallah segera setelah ia pulang dari Amerika Serikat.

Hamas menyampaikan kesediaan untuk ikut dalam pemilihan umum setelah pembentukan pemerintah persatuan berkoordinasi dengan semua lembaga politik dan faksi lain Palestina (Uu.C003)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga