Jumat, 20 Oktober 2017

Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

| 2.799 Views
Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ANTARA /M Agung Rajasa)
Saat ini penumpang Transjakarta maupun Transjabodetabek harus menggunakan minimal tiga moda transportasi dari Bekasi munuju Jakarta. Idealnya cukup sekali saja dari tempat tinggalnya menuju ke tempat kerja
Bekasi (ANTARA News) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai hasil uji coba sementara Bus Premium Transjabodetabek trayek Bekasi-Jakarta kurang maksimal dalam mengangkut jumlah penumpang.

"Saya dengar peningkatan jumlah penumpang Transjabodetabek yang kurang maksimal. Saya coba dari Jakarta Selatan naik taksi, ternyata tidak mudah sampai sesuai waktu di Bekasi. Saya meleset setengah jam tiba di Bekasi. Saya lihat ada kepadatan lalu lintas di atas rata-rata. Kita harus cari solusi," katanya di Bekasi, Selasa.

Menurut dia, selama uji coba Transjabodetabek trayek Mega Bekasi-Plaza Senayan pada 7-20 September 2017 dinilai hasilnya kurang maksimal karena waktu tempuh perjalanan sulit dideteksi penumpang.

"Saat ini penumpang Transjakarta maupun Transjabodetabek harus menggunakan minimal tiga moda transportasi dari Bekasi munuju Jakarta. Idealnya cukup sekali saja dari tempat tinggalnya menuju ke tempat kerja," katanya di Bekasi, Selasa.

Kondisi itu berdasarkan pengamatannya saat melakukan uji coba menggunakan Taksi online Blue Bird dengan menempuh perjalanan Jakarta Selatan menuju Mega Bekasi Hyper Mal, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, via Tol Jakarta-Cikampek tanpa kawalan voordijer, Selasa pagi.

Budi mengatakan, penumpang angkutan umum bus saat ini dirasakannya belum bisa memastikan waktu perjalanan akibat situasi kemacetan di atas rata-rata.

"Kita inisiatif buat perjalanan Bekasi-Jakarta, namun hasilnya kurang maksimal karena masyarakat harus gunakan tiga moda, yakni kendaraan pribadi menuju shelter bus Transjabodetabek dan kembali naik angkutan umum menuju tempat kerja di Jakarta," katanya.

Ke depan, kata Budi, Kemenhub akan melibatkan Pemerintah DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi untuk mengembangkan trayek point to point guna memangkas pemanfaatan moda transportasi melalui sistem point to point.

"Lakukan sistem trayek point to point. Kita ingin ada kesertaan Pemprov DKI, Pemkot Bekasi dan pengembang perumahan agar pemanfaatan moda transportasi oleh masyarakat dapat dipangkas," katanya.

Kerja sama tersebut berupa pengembangan pola intensif angkutan bus darat berbasis korporasi di daerah yang diproyeksikan dapat menjangkau perjalanan masyarakat dari tempat tinggalnya langsung ke tempat kerja.

"Kerja sama antarperusahaan agar ada alternatif transportasi. Kalau ada Mass Rapid Transit (MRT) masyarakat bisa tetap gunakan bus," katanya. 

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga