Rabu, 18 Oktober 2017

Joko Anwar butuh 10 tahun untuk bangkitkan "Pengabdi Setan"

| 5.812 Views
Joko Anwar butuh 10 tahun untuk bangkitkan
Konferensi pers film "Pengabdi Setan" di Jakarta, Rabu (20/9/2017) (ANTARA News/ Nanien Yuniar )
Jakarta (ANTARA News) - Impian sutradara Joko Anwar untuk membuat ulang film horor fenomenal "Pengabdi Setan" yang tayang pada era 1980-an akhirnya kesampaian. 

"Pengabdi Setan adalah salah satu film yang bikin saya ingin jadi filmmaker," kata Joko usai penayangan perdana "Pengabdi Setan" di Jakarta, Rabu.

Izin untuk membuat remake film karya Sisworo Gautama Putra sudah Joko ajukan pada rumah produksi Rapi Films sejak 10 tahun lalu. Saat keinginannya dikabulkan, tak butuh waktu lama bagi Joko untuk menulis cerita film "Pengabdi Setan" versinya karena ide itu sudah tertanam lama di kepalanya.

"Proses penulisan cuma dua sampai tiga minggu," kata Joko.

Joko menawarkan sesuatu yang baru, tak sekadar meniru persis "Pengabdi Setan" versi era 1980-an itu.

"Ada dua hal yang kita lebih perdalam disini, skenario dan karakter."

Menurut Joko, film horor membutuhkan "kualitas tambahan", tak sekadar aktor dan aktris mumpuni. Itulah alasannya mengajak seniman Ayu Laksmi dan Elly Luthan dalam "Pengabdi Setan". Keahlian mereka dalam mengekspresikan emosi dalam gerak tubuh adalah faktor penting untuk menambah kengerian film tersebut.

"Saya bersyukur mereka mau ikut proyek ini," kata Joko yang mengagumi dua seniman tersebut.

"Pengabdi Setan" dibintangi oleh Tara Basro, aktor Malaysia Bront Palarae, Dimas Aditya, Nasar Anuz, M. Adhiyat, Arswendi Bening Swara, Elly Luthan, Egy Fedly, Endy Arfian hingga Ayu Laksmi.

Film ini akan tayang mulai 28 September 2017.

"Pengabdi Setan" buatan Sisworo Gautama Putra adalah film horor yang terkenal pada era 1980, tak hanya di Indonesia tapi di dunia internasional. Film itu dibintangi oleh Ruth Pelupessy, W.D. Mochtar, Fachrul Rozy, Simon Cader, I.M. Damsyik dan Doddy Sukma.

(Baca juga: Ditanya soal pembaruan film Penumpasan Pemberontakan G30S/PKI, ini kata Joko Anwar)

Editor: Ida Nurcahyani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga