Minggu, 22 Oktober 2017

Kemenhub siapkan lima bandara antisipasi dampak Gunung Agung

| 3.410 Views
Kemenhub siapkan lima bandara antisipasi dampak Gunung Agung
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ANTARA /Widodo S. Jusuf)
Pemalang (ANTARA News) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah menyiapkan lima bandara untuk mengantisipasi jika gangguan penerbangan terjadi Bandara Internasional Ngurah Rai Bali akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung yang meningkat.

"Kami sudah siapkan bandara di sekitar Bali," katanya kepada wartawan usai dialog bertema Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu.

Ia mengatakan bandara yang disiapkan itu adalah Lombok, Makassar, Banyuwangi, Surabaya dan Malang.

Kendati demikian, dia berharap Gunung Agung tidak meletus agar tidak mengganggu penerbangan dan dunia wisata di Bali.

Sejauh ini, ia mengatakan, penerbangan di Bali masih normal kendati terjadi peningkatan aktivitas Gunung Agung.

Sebelumnya, pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menyatakan penerbangan di bandara setempat tidak terpengaruh dengan peningkatan status aktivitas vulkanik Gunung Agung yang telah menjadi level awas.

"Sampai saat ini penerbangan masih normal," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim di Denpasar, Sabtu.

Pihaknya menjalin komunikasi intensif dengan instansi terkait untuk memantau kondisi terakhir setelah peningkatan status aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu.

Sebelumnya, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Kasbani menyatakan status Gunung Agung di Karangasem naik dari siaga (Level III) menjadi awas (Level IV) terhitung mulai Jumat (22/9) pukul 20.30 Wita.

"Melihat perkembangan kondisi terakhir Gunung Agung, yang apinya sudah tinggi dan peningkatan kegempaannya juga sangat luar biasa, maka kita tingkatkan statusnya dari Siaga atau Level III menjadi Awas atau Level IV," katanya.

Dengan peningkatan status itu maka wilayah steril yang semula untuk radius enam kilometer dari puncak gunung itu diperluas menjadi radius sembilan kilometer, lalu ditambah perluasan wilayah sektoral yang semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer ke arah utara, timur laut, tenggara, dan selatan-barat daya.

Warga yang bermukim di sekitar kaki gunung tertinggi di Bali itu mulai mengungsi. Sedikitnya di 50 titik pengungsian tersebar di Kabupaten Buleleng, Klungkung, dan Karangasem.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga