Senin, 23 Oktober 2017

Wamen ESDM berharap UTS seperti "Silicon Valley"

| 2.006 Views
Wamen ESDM berharap UTS seperti
Wamen ESDM Arcandra Tahar. (ANTARA /Iggoy el Fitra )
Sumbawa Besar (ANTARA News) - Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar berharap Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) bisa menjadi pusat ilmu pengetahuan dan teknologi seperti Silicon Valley di Amerika Serikat.

"Saya ingin pegunungan Olat Maras, tempat UTS berada bisa seperti Silicon Valley," kata Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Arcandra Tahar, usai memberikan pencerahan kepada civitas akademika dan ratusan mahasiswa baru UTS yang mengikuti masa orientasi pengenalan kampus, di Sumbawa Besar, NTB, Senin.

Silicon Valley (Lembah Silikon) adalah julukan bagi daerah selatan dari San Francisco Bay Area, California, Amerika Serikat.

Julukan tersebut diraih karena daerah itu memiliki banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang komputer dan semikonduktor. Daerahnya termasuk San Jose, Santa Clara, Sunnyvale, Palo Alto.

Ia memperkirakan Silicon Valley dulunya mungkin seperti daerah yang tandus, sama seperti pegunungan Olat Maras, tempat UTS berdiri dan menjadi lokasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di Lembah Silikon itu sudah ada Stanford University. Salah satu kampus termahal di Amerika Serikat itu menjadi "back bond" sehingga daerah lembah tersebut terkenal.

Dari Silicon Valley juga mampu mengubah cara hidup manusia dengan ditemukannya komputer untuk pertama kali hingga berbicara tentang perangkat teknologi merek Apple, dan berlanjut ke era "gadget" yang dulunya menggunakan sepuluh jari, namun sekarang cukup dua jempol.

"Ini mengubah cara hidup kita berkomunikasi. Apalagi yang diciptakan Silicon Valley. Banyak sekali, orang akan merasa kesepian kalau jempolnya tidak bergerak dua jari menggunakan WhatsApp, Facebook, dan Twitter," ujarnya.

Belajar dari lembah di Amerika Serikat itu, Arcandra berharap orang-orang UTS bisa menciptakan suatu inovasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi kemajuan Indonesia.

Sebab, tempat yang tandus bukan kendala menciptakan berbagai inovasi. Namun harus dijadikan alat pemacu dan mendorong untuk membuat sesuatu berdasarkan kebutuhan industri saat ini.

"Mari jadikan pegunungan Olat Maras ini sebagai tempat menciptakan teknologi yang sangat bermanfat bagi kemajuan Indonesia dan belum ada di negara manapun," katanya.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga