New York (ANTARA News) - Bursa saham Wall Street berakhir melemah pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para pelaku pasar memperhatikan pernyataan-pernyataan terbaru dari para pejabat Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 53,50 poin atau 0,24 persen menjadi ditutup di 22.296,09 poin.

Sementara itu, indeks S&P 500 berkurang 5,56 poin atau 0,22 persen menjadi berakhir di 2.496,66 poin, dan indeks komposit Nasdaq ditutup 56,33 poin atau 0,88 persen lebih rendah menjadi 6.370,59 poin, sebut Xinhua.

Presiden Federal Reserve New York, William Dudley, mengatakan pada Senin (25/9) bahwa faktor-faktor yang menahan tekanan harga akan hilang seiring berjalannya waktu, sehingga bank sentral AS dapat mempertahankan laju pengetatan kebijakan moneter secara bertahap, menurut Bloomberg.

Inflasi akan meningkat dengan "memudarnya efek-efek dari sejumlah faktor sementara dan istimewa," menjadi stabil di sekitar target Fed dua persen dalam jangka menengah, tambahnya.

Sementara itu, Presiden Fed Chicago, Charles Evans, mengatakan bahwa dia secara umum setuju dengan rekan-rekannya yang percaya bahwa tingkat suku bunga harus naik secara bertahap menjadi sekitar 2,7 persen dalam dua tahun ke depan, dari kisaran saat ini antara satu persen dan 1,25 persen.

Sektor teknologi, tergelincir paling besar di antara 10 sektor dalam S&P 500, anjlok 1,42 persen pada Senin (25/9), karena penurunan tajam di saham perusahaan-perusahaan teknologi besar, termasuk Apple, Facebook dan Amazon, yang membebani sentimen investor.

Di luar negeri, pemilihan umum Jerman sedang dalam fokus. Partai Konservatif yang dipimpin oleh Kanselir Jerman Angela Merkel pada Minggu (23/9) mempertahankan peran komandannya di Bundestag (parlemen Jerman) dengan 32,5 persen suara.

(A026/A026)

Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2017