Rabu, 18 Oktober 2017

Kaspersky bantah dipakai untuk retas komputer intel AS

| 19.076 Views
Kaspersky bantah dipakai untuk retas komputer intel AS
Kaspersky Lab (HO/ Kaspersky Lab)
Jakarta (ANTARA News) - Pembuat peranti lunak antivirus, Kaspersky Lab, menyayangkan laporan The Wall Street Journal yang menyebutkan produk mereka telah dipakai oleh peretas asal Rusia untuk membobol komputer intel Amerika Serikat.

Kaspersky juga membantah keterlibatan mereka dalam insiden peretasan tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh The Wall Street Journal pada 5 Oktober 2017 yang menurut mereka tak memperlihatkan bukti apapun.


Perusahaan teknologi itu juga mengklaim bahwa sebagai perusahaan swasta mereka tidak memiliki hubungan apapun dengan pemerintah manapun, termasuk Rusia, meski mereka bermarkas di ibu kota Rusia, Moskow.

Lebih lanjut, pihak perusahaan menilai mereka saat ini terjebak di tengah-tengah arena pertarungan geopolitik.


Berikut keterangan resmi dari Kaspersky Labs, sebagaimana diterima di Jakarta, Jumat:

"Kaspersky Lab belum menerima ataupun ditunjukkan bukti apapun yang membuktikan keterlibatan perusahaan dalam dugaan insiden yang dilaporkan oleh The Wall Street Journal pada tanggal 5 Oktober 2017, dan sangat disayangkan liputan berita tentang klaim yang belum terbukti terus menerus dituduhkan terhadap perusahaan.
 
Dan sebagai sebuah perusahaan swasta, Kaspersky Lab tidak memiliki hubungan apapun dengan pemerintah manapun, termasuk Rusia, dan tampaknya satu-satunya kesimpulan yang ada bahwa Kaspersky Lab saat ini terjebak di tengah-tengah pertarungan geopolitik.
 
Kami tidak akan meminta maaf karena bersikap agresif dalam pertempuran melawan malware dan penjahat dunia maya. Perusahaan secara aktif mendeteksi dan mengurangi infeksi malware, terlepas dari sumbernya, dan kami telah melakukannya dengan bangga selama 20 tahun, dan telah menempatkan kami pada peringkat teratas secara terus menerus dalam tes deteksi malware independen. Penting juga untuk dicatat bahwa produk Kaspersky Lab mematuhi standar ketat dari industri keamanan siber dan memiliki tingkat akses serta hak akses yang serupa terhadap sistem yang kami lindungi seperti vendor keamanan populer lainnya di A.S. dan di seluruh dunia."

Editor: Gilang Galiartha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga