Rabu, 18 Oktober 2017

Tiga menteri panen padi di Ciamis

| 3.484 Views
Tiga menteri panen padi di Ciamis
(ki-ka) Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri BUMN Rini Soemarno serta Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar panen padi di Desa Kertaraharja, Kecamatan Panimbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (9/10/2017), dalam rangkaian kegiatan peluncuran Kartu Tani. (ANTARA News/HO/Kementerian Pertanian)
Ciamis, 9/10 (Antara) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigasi Eko Putro Sandjojo melakukan panen padi di Desa Kertaraharja, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin.

Ketiga menteri didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar dan Bupati Ciamis Iing Syam Arifin serta sejumlah pimpinan perusahaan BUMN.

Mentan Amran menuturkan panen yang dilakukan di Kabupaten Ciamis menunjukkan tidak ada lagi paceklik yang dihadapi wilayah lumbung padi Jawa Barat.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah percepatan produksi pertanian dengan pemberian alat mesin pertanian.

"Kalau kita ingin tidak terjadi paceklik, tanam 1 juta hektare. Ini adalah panen kita ketiga, kita mulai panen Oktober, November, Desember. Jadi insya Allah tidak ada paceklik," katanya.

Lebih lanjut, Amran menilai musim hujan yang mulai datang menjadi angin segar bagi produksi beras, khususnya di Kabupaten Ciamis.

"Kami liat dr atas heli, yang terpenting sekarang sudah hujan. Kalau sudah hujan kita sudah tanam, artinya nanti Januari sudah bisa panen yang lebih besar lagi. Kita bersyukur dulu hujannya datang," katanya yang datang menggunakan helikopter bersama Rini.

Bupati Ciamis Iing Syam Arifin mengungkapkan masyarakat di wilayahnya tidak kekurangan beras. Bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian juga sangat dioptimalkan.

Iing menambahkan pihaknya bahkan membuat satuan tugas khusus untuk menghadapi musim kemarau.

"Tapi ternyata hujan turun. Selamatlah lahan kami seluas 8.000 hektare. Ini semua dilakukan untuk mendukung target produksi 560 ribu ton tercapai," ujarnya. 

Editor: Gilang Galiartha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga