Selasa, 17 Oktober 2017

Sedot 2,1 juta penonton, Joko Anwar apresiasi bioskop

| 8.428 Views
Sedot 2,1 juta penonton, Joko Anwar apresiasi bioskop
Konferensi pers film "Pengabdi Setan" di Jakarta, Rabu (20/9/2017) (ANTARA News/ Nanien Yuniar )
Jakarta (ANTARA News) - Sutradara nasional Joko Anwar mengapresiasi jaringan bioskop yang memberikan kesempatan tayang kepada film ‘Pengabdi Setan’ sehingga mampu menyedot 2,1 juta penonton dalam waktu 14 hari. 

Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat, karena hingga saat ini, bioskop masih memutar film tersebut. “Dukungan bioskop besar banget,” kata Joko. 

Menurut mantan wartawan The Jakarta Post ini, Cinema 21 sangat profesional dalam mendukung film nasional. Manajemen bioskop menjalankan sistem dengan sangat adil dan memposisikan semua film, baik impor maupun nasional, pada kedudukan yang sama. 

Dalam hal ini, jika ada film yang memang diminati penonton, maka pihak bioskop akan memberi kesempatan lebih banyak. Sebaliknya, jika film tersebut tidak diminati, maka pihak bioskop tidak segan-segan menurunkan film tersebut. 

“Bahkan ada film yang merupakan bagian dari pemilik bioskop dan ternyata tidak laku, mereka juga turunin. Mereka tidak memandang bulu, tidak ada penganaktirian,” kata Joko dalam rilisnya di Jakarta, Rabu.

Menurut Joko, karena profesionalitas, maka bioskop menempatkan film sebagai komoditas. Jika penonton banyak, maka bioskop  menyediakan layar lebih banyak. “Kalau bioskop tidak memberi kesempatan kepada film nasional yang laku, mustahil ada film yang ditonton hingga 1 juta orang. Bahkan, ada pula bioskop yang memiliki 4-5 layar dan seluruhnya menayangkan film Indonesia,” lanjutnya. 

Terkait keberhasilan ‘Pengabdi Setan’ berhasil merebut 13 nominasi pada Festival Film Indonesia (FFI) 2017, Joko mengaku bersyukur. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk apresiasi terhadap film tersebut, dalam upaya mengangkat harkat film horor Indonesia. Dan itu, lanjutnya, sesuai dengan tujuan pembuatan ‘Pengabdi Setan’, yang memang untuk mengangkat harkat film horor Indonesia. Pasalnya, selama ini film horor diposisikan seperti kelas dua karena memang dibuat asal jadi dan tidak mementingkan kualitas. 

“Padahal jika dibuat dengan serius dan mementingkan kualitas, genre film horor bisa menjadi penggerak roda ekonomi,” kata Joko.
    
Senada dengan Joko, Manoj Punjabi (MD Entertainment) mengatakan, bahwa melesatnya  ‘Pengabdi Setan’ merupakan bukti profesionalitas Cinema 21. "Melihat film tersebut laku keras, maka Cinema 21 memberikan kesempatan yang sangat luas untuk tayang di bioskopnya. Dan pada saat yang sama, lanjut Manoj, Cinema 21 justru menurunkan Gerbang Neraka (Legacy Film), yang notabene produksi dari grup Cinema 21 sendiri. “Itu bukti bahwa bioskop sangat profesional dan objektif,” kata Manoj. 

Manoj berpendapat, manajamen Cinema 21 sekarang sudah mengalami perkembangan pemikiran. Saat ini, industi bioskop tersebut sangat menghargai film nasional, mendengar masukan dari produkser, dan bahkan sangat transparan. “Jadi, saya merasa, bahwa Cinema 21 sekarang berbeda dengan dulu. Sekarang mereka sangat professional, terbuka, dan sangat support film nasional,” kata dia. 

Itu sebabnya, Manoj yang saat ini tengah mempersiapkan ‘Ayat-Ayat Cinta-2’, yakin, bahwa filmnya nanti akan mendapat dukungan sepenuhnya dari bisokop, sebagaimana Cinema 21 mendukung ‘Pengabdi Setan’. “Pasti mereka mendukung. Sekarang saja sudah mendukung kok,” kata dia.,

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga