Selasa, 24 Oktober 2017

Presiden Jokowi: Indonesia-Laos perkuat kerja sama

| 3.163 Views
Presiden Jokowi: Indonesia-Laos perkuat kerja sama
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang dengan Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith (kiri) di Istana Kepresidenan Bogor, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/10/2017). Tahun ini Indonesia dan Laos merayakan 60 tahun hubungan diplomatik. (ANTARA Foto/Rosa Pangabean/P003)
Saya menyambut baik pelajar dari Laos yang akan menempuh pendidikan di Indonesia."
Bogor (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya dan Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith fokus untuk memperkuat kerja sama dan memproritaskan di bidang investasi, pertahanan keamanan, dan sosial budaya.

"Saya menyambut baik kerja sama bisnis yang menyertai kunjungan PM Laos. Saya yakin pertemuan bisnis akan membantu upaya meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi," kata Presiden Jokowi yang didampingi PM Thongloun, usai pertemuan bilateral dan penandatanganan nota kesepahaman di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Presiden juga mengungkapkan PM Laos ke Indonesia juga telah mengunjungi "Trade Expo Indonesia 2017" yang diadakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

"Merupakan hal istimewa bagi PM Thongloun juga telah mengunjungi 'Trade Expo Indonesia 2017'. Sektor perdagangan dan investasi yang dapat terus didorong, antara lain di bidang energi, pertambangan, pertanian," kata Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan investor Indonesia sangat tertarik menamkan modal di bidang pupuk dan pertambangan ke Laos, dan dirinya mengharapkan kiranya rencana ini dapat segera direalisasikan.

Selain itu, menurut Presiden, industri statis Indonesia siap menyediakan berbagai produk berkualitas, seperti pesawat dan alat utama sistem senjata (alutsista) sesuai dengan yang diperlukan Laos.

Presiden Jokowi juga mengatakan keinginan Indonesia untuk bekerja sama dalam menanggulangi penyalahgunaan obat-obatan dan perdagangan narkotika secara ilegal.

"Saya harap MoU pengawasan dan obat dapat segera ditindaklanjuti," ujar Presiden.

Berkaitan dengan kerja sama sosial budaya, Presiden meyakinkan PM Thongloun bahwa Indonesia senantiasa mendukung Laos dalam program peningkatan kapasitasnya.

"Saya menyambut baik pelajar dari Laos yang akan menempuh pendidikan di Indonesia," kata Presiden Jokowi.

Presiden juga menegaskan bahwa PM Thongloun dan dirinya percaya bahwa hubungan bilateral sangat baik di antara kedua negara selama 60 tahun dan masa akan datang harus dapat dinikmati rakyat kedua negara.

"Karena itu, kita akan terus meningkatkan kerja sama demi untuk kemakmuran masyarakat kedua negara," kata Presiden Jokowi.

Presiden mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan tahu bnahagia bagi Indonesia-Laos karena telah merayakan 60 tahun hubungan diplomatik.

"Banyak yang telah kita capai dalam 60 kerja sama ini," demikian Presiden Joko Widodo.

PM Thongloun mengatakan Laos setuju untuk menyepakati beberapa isu penting pada pembahasan dalam pertemuan bilateral yang menjadi kepentingan dari kedua negara.

"Saya yakin bahwa Laos dan Indonesia akan terus memperkuat kerjasama di bidang keamanan, perdagangan, perekonomian, investasi dan juga ke depan kerjasama kita di berbagai tingkat baik di regional maupun internasional," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa sebagai sesama anggota ASEAN akan terus berusaha brkontribusi pada peningkatan peran di level regional dan internasional.

"Atas nama pemerintah dan rakyat Laos kami menyampaikan terimakasih yang sangat tulus kepada pemerintah Indonesia atas dukungannya di berbagai bidang kepada kami dan berkontribusi juga pada peningkatan sosial ekonomi di Laos," katanya.


Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga