Jumat, 20 Oktober 2017

Kehadiran empat gajah liar resahkan warga

| 3.421 Views
Kehadiran empat gajah liar resahkan warga
Satu gajah sumatera liar berada di Suaka Margasatwa Balai Raja, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (16/2). Konflik antara gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) dan manusia tidak terhindarkan karena habitat alami mereka sudah menjadi perkampungan dan perkebunan kelapa sawit warga. Di kawasan ini, habitat alami itu semula 18.000 Hektare namun kini hanya tersisa 200 Hektare berupa hutan. (ANTARA FOTO/Abuyahya)
Muaradua, Sumatera Selatan (ANTARA News) - Kehadiran empat gajah sumatera liar dari kawasan Suaka Marga Satwa Gunung Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, sangat meresahkan warga sekitar sehingga mereka harus dihalau.

Konflik manusia dengan hewan liar sudah sangat sering terjadi, yang salah satu penyebab utamanya adalah alih fungsi lahan dan habitat alami hewan-hewan liar itu oleh manusia. Gajah diketahui hidup dalam suatu komunitas sosial mereka dengan teritorial tertentu.

Camat Buay Pemaca Ogan Komering Ulu Selatan, Tarmizi, di Muaradua, Kamis, mengatakan,
"Belum lama ini saya bersama tiga orang camat lainnya yaitu, Camat Buana Pemaca, Mekakau Ilir, dan Camat Buay Pematang Ribu Ranau Tengah mendatangi Kantor Konservasi Sumber Daya Alam di Palembang meminta agar segera menangkap gajah liar itu.

Pertemuan tersebut, kata dia, ditanggapi serius oleh KKSDA yang akan menyusun strategi cara menangkap empat ekor gajah liar itu.

Menurut dia, pihak KKSDA belum dapat memastikan jadwal pasti pelaksanaan penangkapan gajah liar karena masih harus mengatur strategi dan mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.

"Pihak KKSDA sedang menyusun cara agar penangkapan tidak berakibat fatal bagi masyarakat dan gajah liar itu sendiri," ungkapnya

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga