Jumat, 20 Oktober 2017

Konvoi pertama militer Turki masuki Idlib, Suriah

| 4.733 Views
Konvoi pertama militer Turki masuki Idlib, Suriah
Arsip Foto. Tank tentara Turki mengambil posisi di perbatasan Turki-Suriah dekat kota Suruc, provinsi Sanliurfa, Senin (29/9). (REUTERS/Murad Sezer )
Beirut (ANTARA News) - Konvoi pertama militer Turki memasuki wilayah Provinsi Idlib di Suriah pada Kamis menurut dua pemberontak dan seorang saksi mata.

Konvoi meliputi sekitar 30 kendaraan militer menurut Abu Khairo, seorang komandan kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang bermarkas di daerah itu.

Rombongan kendaraan militer itu memasuki wilayah Suriah di dekat persimpangan Bab al-Hawa menurut seorang warga sipil yang menyaksikannya.

Mereka menuju ke Sheikh Barakat, daerah puncak bukit yang menghadap ke bagian luas wilayah Suriah barat laut yang dikuasai oleh pemberontak serta daerah Afrin yang dikuasai oleh milisi YPG Kurdi.

Konvoi tersebut dikawal oleh petempur dari Tahrir al Sham, aliansi kelompok yang meliputi kelompok bekas afiliasi al-Qaida yang sebelumnya dikenal sebagai Front Nusra, kata Abu Khairo sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

"Rombongan tentara Turki masuk di bawah perlindungan Tahrir al-Sham untuk mengambil posisi di garis depan dengan YPG," kata petempur FSA lain di daerah tersebut.

Kendaraan militer Turki, ambulans dan pengangkut bahan bakar terlihat dalam foto-foto yang diterbitkan oleh kantor berita Turki, Anadolu, Kamis, ketika rombongan berada di sebuah desa dekat perbatasan Turki yang berseberangan dengan Bab al-Hawa.

Turki pada Sabtu menyatakan akan melakukan sebuah operasi militer di Idlib dan sekitarnya sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai dengan Rusia dan Iran bulan lalu untuk menerapkan satu zona "de-eskalasi" di Suriah barat laut.

Zona tersebut merupakan salah satu dari beberapa wilayah yang disiapkan di sekitar Suriah untuk mengurangi peperangan antar pemberontak, termasuk kelompok yang didukung oleh Turki, dan pasukan pemerintah yang didukung Rusia dan Iran.

Tahrir al-Sham menentang kesepakatan de-eskalasi dengan pemerintah itu, namun perannya dalam mengawal regu pengintai Turki pada Minggu menunjukkan bahwa tidak mungkin terjadi perselisihan militer langsung antara para petempur pemberontak dan Turki.

Operasi militer Turki di Idlib juga akan melibatkan kelompok pemberontak Suriah yang ikut ambil bagian dalam operasi Perisai Efrat, yang dilancarkan oleh Ankara di Suriah pada tahun lalu, kata Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Sabtu.

Keputusan Turki untuk meluncurkan operasi Perisai Efrat tahun lalu sebagian ditujukan untuk mengusir kelompok ISIS dari wilayah perbatasannya, selain untuk menghentikan kelompok YPG Kurdi mendapatkan lebih banyak kendali.

Berkat dukungan Amerika Serikat dalam perang melawan kelompok ISIS, YPG telah merebut sebagian besar wilayah Suriah timur laut dan berusaha menghubungkan wilayah-wilayah itu dengan wilayah pusat kendalinya di Afrin.

Turki menganggap YPG sebagai perpanjangan tangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang memberontak di wilayah tenggara negaranya.
(T.KR-AMQ)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga