Rabu, 18 Oktober 2017

Pasca-wabah, Afrika Selatan peringatkan pelancong ke Madagaskar

| 4.215 Views
Pasca-wabah, Afrika Selatan peringatkan pelancong ke Madagaskar
Dokumen foto anak-anak Madagaskar dipasangi masker guna mencegah penularan wabah penyakit akibat tidak terjaganya sanitasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan mengenai risiko wabah ini pada 4 Oktober 2017. (who.org)
Mereka mesti memberitahu dokter mengenai perjalanannya ..."
Cape Town (ANTARA News) - Afrika Selatan pada Kamis (12/10) memperingatkan warganya yang akan melancong setelah wabah menyebar di Madagaskar.

Warga Afrika Selatan yang melakukan perjalanan ke Madagaskar disarankan agar menghindari daerah yang berpenduduk padat, dan memakai masker saat singgah, demikian pengumuman Kementerian Kesehatan Afsel, layaknya dikutip kantor berita Xinhua China.

Peringatan itu dikeluarkan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkonfirmasi 449 kasus wabah di Madagaskan, dan 48 kematian.

Wabah tersebut mula-mula ditemukan di sepertiga bagian tengah pulau itu, di sekitar Provinsi Toamasina di pantai timur dan Antananarivo.

Ada keprihatinan internasional mengenai penularan bakteri setelah seorang olahragawan Afrika Selatan, yang sedang mengikuti pertandingan Kejuaraan Klub Samudra Hindia, terserang penyakit tersebut saat berada di pulau itu. Ia bisa disembuhkan di Madagaskar dan telah pulang ke Afrika Selatan.

Guna mencegah penularan wabah itu ke luar Madagaskar dan ke dalam Afrika Selatan, Kementerian Kesehatan Afsel telah menyiagakan semua perusahaan penerbangan agar berhati-hati mengenai penumpang yang diduga sakit.

Sementara itu, para pejabat kesehatan di pelabuhan telah meningkatkan langkah pemeriksaan mereka guna mendeteksi penumpang sakit yang tiba di Afrika Selatan.

Semua tim reaksi provinsi telah dikerahkan guna meningkatkan kesiagaan dan melaksanakan langkah reaksi kalau-kalau satu kasus dideteksi di negeri itu, kata Juru Bicara Pemerintah Popo Maja.

Semua pelancong yang pulang dari Madagaskar diharuskan memantau kesehatan mereka selama 15 hari dan segera berobat ke instalasi kesehatan terdekat dari tempat tinggal mereka jika mereka mengalami demam, rasa dingin, sakit tubuh dan kepala, nyeri dan rasa panas pada kelenjar getah bening, atau sesak nafas serta batuk dan/atau mengeluarkan dahak berdarah, kata Maja.

"Mereka mesti memberitahu dokter mengenai perjalanannya belum lama ini dan gejala yang mereka alami," ujarnya.

Wabah tersebut adalah penyakit infeksi yang menular di antara hewan vertebrata dan manusia atau sebaliknya yang disebabkan oleh bakteri yersinia pestis.

Yersinia pestis adalah bakteri Gram-negatif yang dapat tumbuh dengan atau tanpa oksigen. Infeksi pada manusia mengambil tiga bentuk, yakni pnumonik, septisemik, dan wabah bubonik.

Di tempat wabah semacam itu muncul biasanya ditemukan hewan pengerat dan penyakit tersebut disebarkan oleh kutu dari hewan pengerat ke hewan pengerat lain, atau ke hewan mamalia.

Manusia bisa tertular penyakit itu dari orang yang terserang radang paru-laru melalui penularan cairan atau dari kontak langsung dengan hewan pengerat yang terinfeksi atau melalui gigitan kutu yang terinfeksi.

Gejala wabah radang paru-paru meliputi batuk, demam dan nyeri dada.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasi wabah di Madagaskar sebagai Tingkat 2 dengan tingkat risiko tinggi bagi penyebaran lokal. Risiko bagi wilayah itu sedang akibat seringnya orang melakukan perjalanan udara dan laut, tapi resiko golbal diperkirakan rendah.

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga