Pekerja di Malaysia Tuntut Upah Minimum

Senin, 25 Juni 2007 23:27 WIB | 1902 Views

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Ribuan pekerja Malaysia melakukan aksi unjuk rasa di seluruh pelosok negeri tersebut, Senin, untuk menuntut pemerintah menetapkan upah minimum bulanan sebesar 900 ringgit (sekitar Rp2,3 juta) bagi pekerja sektor swasta.

Para petinggi dari serikat pekerja terbesar di Malaysia, memperkirakan 30 ribu pekerja di 13 tempat di seluruh negara itu melakukan unjuk rasa.

Kelompok tersebut mengharapkan aksi tersebut diikuti oleh 50 ribu peserta.

"Ini merupakan pertamakalinya kami melakukan seperti ini. Kami ingin memperlihatkan kepada pemerintah bahwa masalah ini memang serius," kata G. Rajasekaran, sekretaris jenderal Kongres Serikat Pekerja Malaysia, kepada AFP.

Polisi memperkirakan 500 pekerja berunjukrasa di sekitar kantor "Employees Provident Fund" di pusat Kuala Lumpur.

"Sesudah 50 tahun merdeka, gaji berada di garis kemiskinan," tulis salah satu poster yang dibawa seorang demonstran.

Demonstrasi tersebut menyusul nota tuntutan yang dikirim kepada Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi satu pekan lalu.

Kelompok pekerja tersebut, ketika itu bertemu dengan pejabat dari Kementerian Sumber Daya Manusia, lalu pihak kementerian mengatakan akan membentuk dewan untuk meninjau ulang gaji rendah yang ada di sektor-sektor tertentu.

Rajasekaran menilai langkah tersebut tidak memuaskan.

"Tuntutan untuk undang-undang upah minimum merupakan usaha yang sudah 10 tahun diperjuangkan...Mereka mengatakan mereka akan membentuk dewan untuk sektor hotel dan petugas keamanan. Bagaimana dengan sektor lainnya?," kata Rajasekaran, lalu mengatakan bahwa persoalan tersebut menyangkut sekitar tujuh juta pekerja.

"Kami memerlukan undang-undang untuk upah minimum," kata Rajasekaran.

Gaji pokok pekerja di sektor perkebunan, tekstil, pakaian jadi, serta hotel, di Malaysia, kurang dari 400 ringgit sebulan, kata serikat pekerja itu.(*)

Editor: Heru

COPYRIGHT © 2007

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Sekjen PBB: kelaparan ancam rakyat Sudan Selatan

Sekjen PBB: kelaparan ancam rakyat Sudan SelatanSekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon, Rabu, memperingatkan bahwa lebih dari satu juta orang di ...

Tiga tewas ditembak di pusat Yahudi AS

Tiga tewas ditembak di pusat Yahudi ASTiga orang tewas dalam penembakan di perkumpulan Yahudi di Kansas, Amerika Serikat, Minggu. Penembakan ...

CPJ: Suriah negara paling berbahaya bagi wartawan

CPJ: Suriah negara paling berbahaya bagi wartawanSuriah masuk dalam kelompok negara yang paling berbahaya di dunia bagi wartawan menurut organisasi pembela hak-hak ...