Minggu, 31 Agustus 2014

GM Ardiansyah Harapkan Pemerintah Perhatikan Atlet Tua

Jumat, 29 Juni 2007 10:02 WIB | 2.122 Views
Jakarta (ANTARA News) - Pecatur kawakan bergelar Grandmaster, Ardiansyah, berharap pemerintah mau sedikit menengok ke belakang kepada atlet "tua", seperti dirinya, agar bisa diperhatikan kesejahteraan hidupnya menyusul sisa-sisa hari yang akan dilaluinya.

"Saya sudah tua dan saya rasa tinggal saya sendiri grandmaster tua yang masih tersisa, yang lain telah tiada. Terus terang saya berharap pemerintah mau memperhatikan kami serta atlet-atlet tua cabang olahraga lainnya untuk mendapatkan sedikit kesejahteraan hidup," kata pecatur kelahiran Banjarmasin, Kalsel, 5 Desember 1951 ini.

Menurutnya kesejahteraan hidup yang diberikan kepada para atlet tua yang pernah mengharumkan nama bangsa merupakan hal yang wajar saja, mengingat saat ini tidak semua mantan atlet bisa menggantungkan hidupnya lagi dengan keahliannya di bidang olahraga.

"Kalau saya kebetulan masih bisa ikut turnamen dan dapat hadiah kalau menang, tapi itu juga tidak terlalu cukup bisa diandalkan jika tidak memiliki pekerjaan lainnya. Apalagi mantan atlet yang saat ini tidak memiliki pekerjaan, hidupnya akan lebih sulit," kata pecatur yang meraih gelar grandmaster pada Olimpiade Catur di Lucerne, Swiss, 1982.

Dia membandingkan kesejahteraan atlet nasional dengan atlet di negara lain yang kesejahteraan hidupnya cukup diperhatikan sehingga seorang atlet tidak akan khawatir lagi terhadap masa tuanya.

"Di Filipina, seorang GM bisa mendapatkan tunjangan hidup mencapai Rp10 juta per bulan kalau dirupiahkan, begitu juga di China, pemerintahnya sangat memperhatikan nasib para mantan atlet yang telah ikut mengharumkan nama negara," katanya.

GM Ardiansyah pada Kamis, bersama timnya Bhayangkara A telah memenangi turnamen catur Piala Kapolri di Jakarta.

Ardiansyah mengatakan cukup bangga melihat perkembangan catur di tanah air yang telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, dengan munculnya grandmaster lainnya seperti Utut Adianto dan Susanto Megaranto yang merupakan generasi penerusnya.

"Pecatur-pecatur muda Indonesia saat ini hebat-hebat, seperti Utut dan Susanto mampu meraih gelar grandmaster pada usia muda, itu perlu disyukuri," kata Ardiansyah yang juga telah menunaikan ibadah Haji tersebut. (*)

COPYRIGHT © 2007

Komentar Pembaca
Baca Juga