Jumat, 29 Agustus 2014

Pasar Tumpah Macetkan Arus Mudik via Banten dan Merak

Selasa, 9 Oktober 2007 23:23 WIB | 997 Views
Tangerang (ANTARA News) - Pasar tumpah warnai kemacetan arus mudik pengendara motor roda dua di sepanjang Jalan Raya Serang-Tangerang yang menjadi jalan utama bagi pemudik pengendara roda dua tujuan Pelabuhan Merak atau di wilayah Banten lainnya.

Kendaraan roda dua, roda empat ataupun lebih terpaksa harus antri sepanjang kurang lebih satu Km di beberapa titik di Jalan Raya Serang-Tangerang karena ada pagelaran pasar tumpah yang menjadi tradisi menjelang Lebaran, kata Hendri Lampian (27) seorang pemudik tujuan Kota Metro, Lampung, di Tangerang, Selasa.

"Saya terpaksa berhenti-berhenti karena banyak "jebakan" pasar tumpah di jalur mudik khusus roda dua menuju arah Barat Kota Jakarta," kata Hendri.

Dikatakannya, pagelaran pasar tumpah tradisi jelang lebaran tersebut terdapat di daerah Cikupa, Balaraja dan Tigaraksa. Para pemudik pun tidak bisa menghindari kemacetan tersebut pasalnya tidak ada petunjuk untuk mencari jalan alternatif lainnya.

Seperti biasa, pemudik pengguna sepeda motor yang berasal dari Jakarta dan kota sekitarnya menuju Lampung dan daerah lainnya di Banten mulai terlihat melintas di jalan Daan Mogot, jalan Gatot Subroto hingga jalan Raya Serang dengan membawa barang dalam kemasan besar.

Meski demikian, jumlah pemudik roda dua belum terlihat ada rombongan dalam jumlah besar, kemungkinan pemudik yang menggunakan motor biasanya mulai ramai pada H-3 atau H-2 Lebaran melewati Jalan Raya Serang-Tangerang.

Sementara itu, pihak Dinas Perhubungan Kota Tangerang memprediksikan pemudik pengguna sepeda motor yang melintasi Jalan Raya Serang-Tangerang menuju Pelabuhan Merak atau wilayah Banten lainnya mencapai 1,7 juta kendaraan.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Tangerang AKP Adri Desas Furyanto mengatakan, kemungkinan besar jumlah arus mudik pengguna roda akan mulai melonjak pada H-3 yang jatuh pada hari Selasa malam (9/10) atau Rabu malam (10/10).(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2007

Komentar Pembaca
Baca Juga