Kamis, 31 Juli 2014

Seorang Tentara Australia Tewas Ditembak di Timor Leste

Selasa, 6 November 2007 13:27 WIB | 2.039 Views
Brisbane (ANTARA News) - Seorang tentara Australia di Timor Leste, Selasa, dilaporkan tewas dengan satu luka tembak di sebuah barak militer di kota Dili.

ABC mengutip sumber Angkatan Bersenjata Australia (ADF), Selasa, tidak menyebutkan identitas tentaranya yang tewas itu dan tidak pula menjelaskan bagaimana insiden penembakan tersebut terjadi.

Menyusul tewasnya seorang personel ADF dalam misinya di Timor Leste itu, ANTARA News mencatat bahwa Australia setidaknya telah kehilangan tiga tentaranya dalam misi internasional mereka. Dua tentara yang sebelumnya gugur dalam tugas adalah David Pearce dan Sersan Matthew Locke.

Prajurit David Pearce gugur dalam serangan bom di wilayah Provinsi Oruzgan Afghanistan pada 8 Oktober sedangkan Sersan Matthew Locke, tentara Australia dari resimen pasukan elit "Special Air Service" (SAS), tewas ditembak gerilyawan Taliban di Provinsi Oruzgan, 25 Oktober.

Sersan Locke bahkan, seperti disebutkan ADF, pernah bertugas di Timor Timur dan menerima medali PBB dengan pita UNTAET (United Nations Transitional Authority East Timor Ribbon).

Selama bertugas di Timor Leste, sedikitnya enam personil pasukan keamanan internasional pimpinan ADF di Timor Leste juga sempat terluka 27 Juli lalu setelah truk "Unimog"yang mereka tumpangi terbalik di dekat kota Dili.

Sehari sebelum kecelakaan itu, Perdana Menteri John Howard sempat mengunjungi para tentara dan polisi Australia yang bertugas menjaga keamanan negara miskin yang bertetangga langsung dengan Indonesia itu.

Dalam kunjungannya ke Timor Leste itu, Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta meminta PM Howard agar tetap mempertahankan pasukannya di negara kecil itu hingga akhir 2008.

Pasukan Australia telah berada di Timor Leste sejak Mei 2006 ketika meledaknya bentrokan berdarah di jalanan.

Bentrokan berdarah yang terjadi dalam faksi-faksi militer dan polisi itu menewaskan 37 orang dan memaksa 155.000 orang meninggalkan rumah mereka.

Atas permintaan Dili, ribuan anggota pasukan perdamaian internasional yang dipimpin kontingen Australia dikirim ke sana untuk membendung aksi kekerasan tesebut. Australia sendiri dilaporkan memiliki sekitar 1.100 personel penjaga perdamaian.

Negara miskin tetapi kaya akan minyak dan gas itu menghadapi tantangan sosial dan ekonomi sangat berat.

Ratusan ribu orang Timor Leste masih hidup dalam kemiskinan. (*)

COPYRIGHT © 2007

Komentar Pembaca