Panglima TNI Bantah Pergantian Kasal Akibat Perbedaan Pendapat

Rabu, 7 November 2007 14:12 WIB | 1279 Views

Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI, Marsekal TNI Djoko Suyanto, membantah pemberhentian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal ) Laksamana TNI Slamet Soebijanto dari jabatannya akibat terlalu seringnya terjadinya perbedaan pendapat.

"Itu rumor, tidak ada itu. Pergantian murni merupakan regenerasi di TNI," kata Djoko Suyanto, usai acara Munas Pepabri XIII, di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu, melantik Laksamana Madya TNI Sumardjono menggantikan Slamet Soebijanto. Sumarjono sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan.

Djoko beralasan, penggantian Slamet Soebijanto adalah karena yang bersangkutan telah memasuki masa persiapan pensiun.

"Pergantian sebagai masa transisi di organisasi TNI AL dan semua angkatan merupakan yang wajar bagi saya. Jadi jangan anda berpikiran karena ada ketidakcocokan dalam pengambilan keputusan," tegas Djoko.

Menurut Djoko Suyanto, perbedaan pendapat terutama dalam rapat-rapat di TNI merupakan hal yang biasa, namun kalau sudah ada keputusan, maka keputusan itu harus harus dihormati.

"Pergantian dilakukan sesuai kebutuhan, bukan karena lama tidaknya seseorang menjabat," tandas Djoko.

Dalam penunjukan figur, diutarakan Djoko, dirinya diminta oleh Presiden menyiapkan tiga nama calon.

"Keputusannya di tangan Presiden. Ya Sumarjono menurut saya figur yang tepat untuk itu," katanya. (*)

COPYRIGHT © 2007

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Simak UI terima 6.334 mahasiswa baru

Simak UI terima 6.334 mahasiswa baruSebanyak 6.334 peserta dari Vokasi (D3) hingga Doktoral (S3) berhasil lulus Seleksi Masuk UI (SIMAK UI) 2014, dimana ...

Ramai-ramai mencoblos di TPS "Piala Dunia"

Ramai-ramai mencoblos di TPS Warga Kelurahan Sungai Biru Banjarmasin, Kalimantan Selatan, antusias datang ke TPS 01 "Piala Dunia", di kota ...

Virus MERS terdeteksi dalam sampel udara dari kandang unta

Virus MERS terdeteksi dalam sampel udara dari kandang untaPara peneliti Arab Saudi menemukan gen virus mematikan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) dalam contoh udara dari ...