Pengrusak Rumah Aliran Sesat Jadi Tersangka

Rabu, 7 November 2007 18:38 WIB | 1114 Views

Berita Terkait
Tangerang (ANTARA News) - Polres Tangerang menetapkan tiga orang tersangka pelaku pengrusakan rumah tempat pengajian dan ibadah jemaah Nurul Yakin pimpinan Juhata yang diduga sesat.

"Hasil penyelidikan sementara, kami telah menetapkan tiga orang sebagai pelaku pengrusakan rumah milik Ustad Juhata itu," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Tangerang, AKP Ade Ari, di Tangerang, Rabu.

Ketiga tersangka pelaku pengrusakan dan pembakaran rumah tersebut adalah A (18), D (16) dan Aj (27), selain membakar rumah, mereka juga disangka melempari pabrik penggilingan padi milik Heru serta membakar empat unit kendaraan milik pengikut Ustad Juhata.

Menurut Kasatreskrim, ketiga tersangka masih diperiksa secara intensif untuk kepentingan pengembangan kasus tindakan anarkis tersebut dan mencari pelaku lainnya yang diduga berjumlah ratusan orang.

Pelaku dapat dijerat pasal 170 KUHP tentang pengrusakan secara massal di depan umum, dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun.

Pimpinan aliran Nurul Yakin, Juhata mengatakan, dugaan warga yang menganggap ajaran Nurul Yakin sesat, sangat tidak mendasar karena dirinya memberikan ceramah sesuai dengan ajaran agama Islam yang normal.

"Saya mengajar jemaah tentang ilmu amil dan shorof (ilmu tata bahasa Arab), fikih dan hadits yang berdasarkan Alquran dan Alhadits," kata Juhata.

Menurut Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang, Nuralam, aliran yang diajarkan Juhata memiliki dua hal yang sedikit menyimpang, yakni ucapan terjemaahan "Tiada Tuhan selain Allah" diganti dengan "Tiada Tuhan selain Aku" dan kalimat Syahadat (janji umat Islam) tidak sah jika tidak diikuti puasa 27 hari.

Nuralam mengemukakan, MUI sudah menyatakan ajaran pimpinan Juhata tersebut menyimpang, setelah dibahas melalui rapat internal MUI sebelum terjadi pengrusakan dan pembakaran yang dilakukan ratusan warga tersebut.

Bahkan MUI pernah mengajak bicara Juhata yang disaksikan Muspika Pakuhaji, Polsek Pakuhaji serta tokoh agama dan masyarakat setempat, tentang permasalahan aliran yang diajarkan Juhata.

Ketua MUI Kabupaten Tangerang, Turmudzi tetap menyayangkan tindakan anarkis warga yang membakar rumah Juhata tersebut, mengingat sebelumnya sudah ada perjanjian Juhata akan kembali menjalani agama Islam yang benar. (*)

Editor: Bambang

COPYRIGHT © 2007

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Singkawang miliki sekolah alam

Singkawang miliki sekolah alamPemerintah Kota Singkawang, Kalbar, memiliki satu sekolah negeri yang mengembangkan metode pendidikan dengan berbasis ...

Wamendagri Arab Saudi kunjungi lokasi bantuan

Wamendagri Arab Saudi kunjungi lokasi bantuanWakil Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Abdulrahman Ar Robiian berkunjung ke Provinsi Aceh untuk melihat langsung ...

Kapolda Jambi: tidak ada pungutan dalam penerimaan polisi

Kapolda Jambi: tidak ada pungutan dalam penerimaan polisiKapolda Jambi Brigjen Pol Satriya Hari Prasetya menegaskan tidak ada pungutan alias gratis dalam proses penerimaan ...