Pengusutan Korupsi di Sulut Lamban

Kamis, 8 November 2007 18:20 WIB | 944 Views

Manado (ANTARA News) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai pengusutan berbagai tindak pidana korupsi di Sulawesi Utara (Sulut) lamban sehingga perlu lebih diberdayakan lagi.

"Bayangkan selang tahun 2004 hingga 2007, hanya ada 29 kasus di Sulut yang ditangani pihak Kepolisian dan Kejaksaan," kata Wakil Ketua KPK, Tumpak Pangabean, dalam "Workshop Peningkatan Kapasitas Peran dan Fungsi DPRD Propinsi Sulut" di Manado, Kamis.

Dari jumlah itu, sembilan kasus ditangani kepolisian, 16 kasus ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan empat kasus diproses Kejaksaan Negeri.

Sementara KPK, kata Tumpak, selama 2004 hingga 2007 telah mengusut 70 kasus pidana korupsi dan semuanya terbukti bersalah, serta tersangkanya langsung masuk penjara.

"Dugaan kami, bisa saja ada upaya '86-kan' berbagai kasus korupsi lainnya, sehingga tidak terangkat langsung ke publik guna ditindaklanjuti," katanya.

Menurut Pangabean, pihaknya bisa saja mengambil berbagai kasus yang tidak diselesaikan Kejaksaan dan Kepolisian di Sulut, untuk ditindaklanjuti hingga ke meja hijau, sesuai mekanisme penanganan KPK bahwa kasus korupsi diatas Rp1 miliar.

"Jangan dikira semua kasus masuk penyidikan di Kepolisian dan Kejaksaan tidak diketahui KPK, kami melakukan monitoring ke lembaga itu, karena peran dan fungsi kami sebagai supervisi," ujarnya.

Setiap kasus tindak pidana korupsi telah masuk tahap penyidikan, maksimal tujuh hari dari penetapan tahapan itu sudah harus dilaporkan ke KPK, guna mengantisipasi tidak mampu penanganan hukum di lembaga Kepolisian dan kejaksaan.(*)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2007

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Pekerja `outsourcing` berkemah di depan kantor PLN Sumbawa

Pekerja `outsourcing` berkemah di depan kantor PLN SumbawaSejumlah pekerja outsourcing yang tergabung dalam Serikat Pekerja Progresif menggelar aksi unjuk rasa dan mendirikan ...

Sultan: kompetensi penting untuk tingkatkan pelayanan publik

Sultan: kompetensi penting untuk tingkatkan pelayanan publikKompetensi penting untuk mewujudkan dan mencapai profesionalisme dan produktivitas kinerja yang mampu meningkatkan ...

Guru Besar UI hargai penjelasan Panglima TNI

Guru Besar UI hargai penjelasan Panglima TNIGuru Besar UI Hikmahanto Juwana menghargai penjelasan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko yang menyebutkan tidak pernah ...