Rabu, 1 Oktober 2014

Paskhas TNI AU Bertanggungjawab Atas Insiden Luka Tembak Warga

Selasa, 13 November 2007 17:42 WIB | 1.348 Views
Jakarta (ANTARA News) - Komandan Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara (AU), Marsekal Pertama TNI Putu Sulatra, menyatakan bahwa pihaknya bertanggungjawab atas insiden latihan tembak Paskhas TNI AU yang melukai salah seorang warga sipil. "Kami akan bertanggungjawab. Tadi, kami bahkan sudah berbincang dengan korban, agar dirawat dengan sebaik-baiknya. Menurut dokter, dia bahkan sudah bisa pulang," katanya ketika dikonfirmasi ANTARA News di Jakarta, Selasa. Ia menjelaskan, latihan tembak yang dilakukan anggota Paskhas TNI AU di area tembak Pangkalan Udara (Lanud) Sulaeman, Bandung, bertujuan menguji kembali senjata jenis Minimi yang telah diperbaiki karena selama ini rusak. "Ternyata, setelah diujicoba kembali ada beberapa peluru yang memantul ke rumah penduduk, dan mengenai salah seorang penduduk," ujar Putu Sulatra. Area tembak yang digunakan Paskhas AU itu seluas 600 hektar dan jarak dengan pemukiman penduduk sekitar sekilometer. "Jadi, sebenarnya sangat jauh. Tetapi, dengan kejadian ini, kami akan lebih hati-hati," ucap Sulatra. Imas Kurniati (41), warga Kampung Cilisung, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, tanpa sengaja terkena pantulan peluru latihan menembak Paskhas. Saat mendengar peluru berdesing Imas, yang saat itu tengah menjemur pakaian dan mendengar desingan peluru, kemudian berbalik arah mencari asal suara. Saat kembali ke rumahnya itulah ada peluru yang mengenai kepalanya. "Atas kejadian itu, kami meminta maaf dan akan bertangggung jawab," kata Putu Sulatra. Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU, Marsekal Pertama TNI Daryatmo, mengatakan bahwa pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut, terutama asal peluru yang mengenai korban. "Kami tidak ingin asal menyimpulkan begitu saja. Kami akan lakukan penyelidikan mengapa kejadian itu bisa terjadi terutama mengenai asal peluru," ujarnya. FN Minimi merupakan senapan mesin ringan yang diproduksi perusahaan senjata Belgia Fabrique Nationale de Herstal (FN) dan menjadi salah satu senjata yang digunakan Paskhas TNI AU selain SS-1 dan "triple gun". (*)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2007

Komentar Pembaca
Baca Juga