Paskhas TNI AU Bertanggungjawab Atas Insiden Luka Tembak Warga

Selasa, 13 November 2007 17:42 WIB | 1057 Views

Jakarta (ANTARA News) - Komandan Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara (AU), Marsekal Pertama TNI Putu Sulatra, menyatakan bahwa pihaknya bertanggungjawab atas insiden latihan tembak Paskhas TNI AU yang melukai salah seorang warga sipil.

"Kami akan bertanggungjawab. Tadi, kami bahkan sudah berbincang dengan korban, agar dirawat dengan sebaik-baiknya. Menurut dokter, dia bahkan sudah bisa pulang," katanya ketika dikonfirmasi ANTARA News di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, latihan tembak yang dilakukan anggota Paskhas TNI AU di area tembak Pangkalan Udara (Lanud) Sulaeman, Bandung, bertujuan menguji kembali senjata jenis Minimi yang telah diperbaiki karena selama ini rusak.

"Ternyata, setelah diujicoba kembali ada beberapa peluru yang memantul ke rumah penduduk, dan mengenai salah seorang penduduk," ujar Putu Sulatra.

Area tembak yang digunakan Paskhas AU itu seluas 600 hektar dan jarak dengan pemukiman penduduk sekitar sekilometer. "Jadi, sebenarnya sangat jauh. Tetapi, dengan kejadian ini, kami akan lebih hati-hati," ucap Sulatra.

Imas Kurniati (41), warga Kampung Cilisung, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, tanpa sengaja terkena pantulan peluru latihan menembak Paskhas.

Saat mendengar peluru berdesing Imas, yang saat itu tengah menjemur pakaian dan mendengar desingan peluru, kemudian berbalik arah mencari asal suara. Saat kembali ke rumahnya itulah ada peluru yang mengenai kepalanya.

"Atas kejadian itu, kami meminta maaf dan akan bertangggung jawab," kata Putu Sulatra.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU, Marsekal Pertama TNI Daryatmo, mengatakan bahwa pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut, terutama asal peluru yang mengenai korban.

"Kami tidak ingin asal menyimpulkan begitu saja. Kami akan lakukan penyelidikan mengapa kejadian itu bisa terjadi terutama mengenai asal peluru," ujarnya.

FN Minimi merupakan senapan mesin ringan yang diproduksi perusahaan senjata Belgia Fabrique Nationale de Herstal (FN) dan menjadi salah satu senjata yang digunakan Paskhas TNI AU selain SS-1 dan "triple gun". (*)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2007

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

7.691 keping software bajakan dimusnahkan

7.691 keping software bajakan dimusnahkanDirektorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM memusnahkan barang bukti hasil penindakan terkait ...

Remaja ini selamat walau terbang 5 jam di roda pesawat

Remaja ini selamat walau terbang 5 jam di roda pesawatSeorang remaja pria tiba dengan selamat dalam penerbangan dari California ke Hawaii kendati dia menumpangi tempat roda ...

Komisi IV bahas perkebunan

Komisi IV bahas perkebunanKomisi IV DPR RI akan memberikan kewenangan kepada Direktorat Jenderal Perkebunan untuk mengelola industri perkebunan ...