Pertumbuhan Industri Manufaktur Diperkirakan Terus Turun

Rabu, 14 November 2007 18:55 WIB | 1162 Views

Jakarta (ANTARA News) - Pengamat Ekonomi Faisal Basri memperkirakan pertumbuhan indsutri manufaktur hingga akhir tahun 2007 terus menurun akibat pengaruh kenaikan harga minyak dunia yang masih akan terus terjadi hingga tahun depan.

"Pada triwulan ketiga dan keempat tahun ini pertumbuhan industri manufaktur yang sempat naik 0,1 persen pada triwulan kedua akan menurun kembali karena kenaikan harga minyak dunia dan sebab lainnya," katanya di Jakarta, Rabu.

Pada triwulan pertama 2007, pertumbuhan industri manufaktur mencapai 5,4 persen dan meningkat menjadi 5,5 persen pada triwulan kedua. Namun, menurut dia, seharusnya pertumbuhan industri manufaktur melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang sekitar 6,3 persen triwulan lalu.

"Sektor-sektor yang agak mengalami hambatan untuk tumbuh adalah yang keperluan energinya tinggi, misalnya semen. Kalau anda perhatikan, saham perusahaan semen turun meski konsumsi semen naik akibat percepatan pembangunan infrastruktur," jelasnya.

Meski indutri manufaktur diperkirakan mengalami penurunan pertumbuhan, sektor perdagangan besar dan eceran masih akan mengalami pertumbuhan tinggi.

"Pada triwulan kedua 2007 pertumbuhan industri ritel sudah 9 persen, sedangkan untum hotel dan restoran antara 4-5 persen. Tapi itu tidak ada hubungannya dengan peningkatan produksi karena barang yang diperdagangkan adalah barang impor,"paparnya.

Selain sektor perdagangan besar dan eceran yang masih tumbuh baik, Faisal memperkirakan pertumbuhan industri yang akan terus mengalami kenaikan adalah yang berbasis sumber daya alam seperti minyak sawit mentah (CPO) , karet dan kopi.

Menurut Faisal, yang dibutuhkan industri bukan insentif namun fasilitas kemudahan berbisnis.

"Hilangkan saja semua hambatan yang menyebabkan industri terseok-seok,"ujarnya.

Ia mencontohkan pada sektor minyak dan gas, investasi tidak akan banyak yang masuk mengingat aturan pengecualian dari kewajiban bayar Bea Masuk (BM) untuk mesin eksplorasi minyak dan gas sudah kadaluarsa sejak Juli 2007.

"Investasi di bidang minyak dan gas akan datang kalau aturan itu diperbarui," tambahnya.

Lebih lanjut Faisal mengatakan pertumbuhan ekonomi secara umum masih akan tumbuh namun secara kualitas belum tentu bisa dirasakan seluruh masyarakat.

"Tapi pertumbuhan ekonomi jangan terus didorong oleh ekspor dan konsumsi masyarakat saja,"tuturnya.

Jika pertumbuhan ekonomi hanya bergantung pada ekspor, lanjut dia, pemerintah akan sulit mengendalikannya karena ekspor dipengaruhi kondisi internasional.(*)

Editor: Heru

COPYRIGHT © 2007

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

BI terbitkan peraturan Uang Elektronik

BI terbitkan peraturan Uang ElektronikBank Indonesia (BI) menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Uang Elektronik sebagai penyempurnaan atas ...

Indonesia peroleh apresiasi dari forum G20

Indonesia peroleh apresiasi dari forum G20Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, Indonesia memperoleh apresiasi dari forum G20 terkait kebijakan moneter ...