Ekonomi RI Tetap Tumbuh Sekalipun Terjadi Gejolak Global

Kamis, 15 November 2007 09:49 WIB | 1028 Views

Jakarta (ANTARA News) - Seorang bankir nasional mengatakan pertumbuhan ekonomi pada 2008 tetap tumbuh di atas enam persen, meski ada gejolak ekonomi global yang sedikit banyak mempengaruhi ekonomi nasional.

"Gejolak ekonomi global memang akan berpengaruh terhadap ekonomi nasional, namun tingginya pertumbuhan ekonomi China dan India agak menghambat tekanan global tersebut," kata Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Agus Martowardoyo, kepada pers di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pemerintah sendiri juga telah memprediksi target ekonomi ekonomi nasional pada 2007 sedikit menurun dari 6,5 persen menjadi antara 6,2 persen sampai 6,3 persen.

"Kami optimis perbankan masih tetap menyalurkan kreditnya kepada mitra usaha, karena ekonomi Indonesia tetap di atas 6 persen," katanya.

Pemerintah, lanjut dia, terus melakukan pembenahan baik di sektor investasi maupun sektor riil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh lebih baik.

Sektor riil merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi, karena itu diharapkan makin menggeliat yang didukung pula oleh masuknya investor asing menginvestasikan dananya ke pasar domestik dalam jangka panjang, katanya.

Kasus subprime mortgage, kenaikan harga minyak dunia yang diperkirakan bisa mencapai 110 dolar AS perbarel dan pengalihan dari dolar AS ke euro merupakan faktor-faktor yang menghambat ekonomi global.

Namun semua itu akan dapat terlihat pada kuartal pertama 2008, apakah memang ekonomi global mengalami kelambatan yang serius, tuturnya.

Meski demikian, menurut dia perbankan masih tetap bisa menyalurkan kredit ke sektor produktif, karena pemerintah terus memfokuskan pertumbuhan selain melalui sektor konsumsi juga didukung dengan makin menguat harga komoditi primer, ucapnya.


Aset Bank Mandiri

Agus Martowardoyo menjelaskan Bank Mandiri saat ini memiliki aset sebesar Rp273 triliun, atau mengalami kenaikan dibanding tahun lalu yang mencapai Rp253 triliun dan total kredit yang disalurkan sebesar Rp121 trililun.

Laba bersih perseroan juga meningkat dari Rp1,1 triliun pada tahun 2006, pada sembilan bulan pertama 2007 telah mencapai Rp3,1 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan juga meningkat mencapai Rp123 triliun dari sebelumnya Rp92 triliun, katanya. (*)

COPYRIGHT © 2007

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Tiga negara diduga lakukan dumping impor terigu

Tiga negara diduga lakukan dumping impor teriguTiga negara yaitu Turki, Sri Lanka, dan India, diduga melakukan praktek dumping impor terigu ke Indonesia, sehingga ...

Kemenkeu: realisasi pendapatan negara Rp712,7 triliun

Kemenkeu: realisasi pendapatan negara Rp712,7 triliunKementerian Keuangan mencatat realisasi pendapatan negara hingga 30 Juni 2014 telah mencapai Rp712,7 triliun atau 42,8 ...

Dolar stabil di perdagangan Asia

Dolar stabil di perdagangan AsiaKurs dolar AS bertahan stabil di perdagangan Asia pada Kamis, dengan pasar mata uang sedikit digerakkan oleh lemahnya ...