Rabu, 30 Juli 2014

Ketum PPP Kampanyekan Zakat Dalam Khotbah Ied

Kamis, 20 Desember 2007 21:32 WIB | 1.454 Views
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali dalam khotbahnya pada sholet Idul Adha di Masjid Al-Husna Tanjung Priok, Kamis, mengkampanyekan zakat sebagai salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan.

"Meski hari ini adalah Idul Adha, saya ingin menggugah kita semua bahwa zakat adalah salah satu sumber pembiayaan alternatif," kata Suryadharma Ali dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Soal zakat ini menjadi topik khotbahnya yang disampaikan pada khotbah kedua. Saat khotbah pertama, ia lebih banyak menyinggung soal makna kurban.

Menurut dia, zakat adalah instrumen yang paling memungkinkan untuk dioptimalisasi bagi pengembangan ekonomi umat, karena ia adalah kewajiban reguler umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia.

"zakat adalah sumber pembiayaan yang abadi sepanjang umat Islam masih ada di muka bumi," katanya.

Jumlahnya yang begitu besar dan bersifat filantropik (derma) menyebabkannya mudah dijadikan sebagai sumber pembiayaan terhadap usaha-usaha yang memiliki resiko pengembalian yang tinggi.

Selain itu, katanya, fleksibilitas pengelolaan zakat maal, memungkinkan penyalurannya sebagai pembiayaan ke dalam berbagai skala dan sektor usaha.

Begitu vitalnya perintah menunaikan zakat ini sehingga disebutkan bahwa tidak menunaikan zakat dapat digolongkan ke dalam salah satu karakteristik orang musyrik.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM ini, ada enam pekerjaan rumah berkaitan dengan zakat ini. Di antaranya adalah mengkampanyekan zakat kepada masyarakat. Kampanye ini penting karena masih banyak di antara umat Islam yang mungkin belum menunaikan zakat.

Pekerjaan besar lainnya adalah mengembangkan manajemen pengelolaan zakat yang penuh kehati-hatian, amanah, transparan, dan efektif. Kemudian mensosialisasikan kemudahan penyaluran zakat melalui lembaga-lembaga pengelola zakat profesional kepada masyarakat.

Penyaluran zakat, katanya, juga harus dipermudah dengan titik tolak bahwa zakat adalah kewajiban setiap muslim, maka harus dibuat sedemikian rupa sehingga menyalurkan zakat itu mudah pada era teknologi informasi.

Mengoptimalisasikan perolehan dan penggunaan zakat yang diterimakan kepada lembaga-lembaga konvensional pengelola zakat (ta`mir mesjid).

Menjalin kerja sama yang erat antara lembaga pengelola zakat dengan lembaga pembina dan pemberdaya UKM.

"Intinya, upaya pengentasan kemiskinan melalui qurban, zakat, infak, shadaqah dan wakaf, adalah jihad dalam arti sebenarnya di dunia modern," demikian Suryadharma Ali. (*)

Editor: Bambang

COPYRIGHT © 2007

Komentar Pembaca
Baca Juga