TNI Belum Akan Tambah Pasukan di Perbatasan Timor Leste

Senin, 11 Februari 2008 12:22 WIB | 786 Views

Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Mabes TNI mengatakan belum akan melakukan penambahan pasukan di perbatasan Timor Leste menyusul peristiwa penembakan Presiden Timor Leste Ramos Horta, Senin dinihari.

"Keputusan untuk menambah pasukan atau tidak sangat tergantung pada hasil keputusan pemerintah menyusul kekisruhan politik dalam negeri di Timor Leste," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marskal Muda Sagom Tamboen di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin.

Sagom mengatakan saat ini pengamanan di wilayah perbatasan RI-Timor Leste berjalan normal dan belum ada peningkatan kegiatan.

Meski begitu, tambah dia, pengamanan perbatasan darat RI-Timor Leste akan dioptimalkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk adanya eksodus rakyat dari Timor Leste.

"Jadi hingga kini TNI masih menunggu masukan dari beberapa pihak, terutama dari prajurit TNI di perbatasan dan Departemen Luar Negeri, hingga ada kebijakan yang tetap dari pemerintah tentang perkuatan di perbatasan RI-Timor Leste" katanya.

Sagom menambahkan kebijakan itu juga berkenaan dengan kemungkinan penutupan kembali perbatasan kedua negara untuk mengantisipasi berbagai hal terkait memanasnya situasi politik di Timor Leste.

Sebelumnya Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta dilaporkan mengalami luka tembak di bagian perutnya oleh kelompok pembelot pimpinan Mayor Alfredo Reinaldo di Dili, Senin dinihari.

Pemerhati masalah Timor Leste di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Mario Florencio Vieira yang menerima laporan dari jaringannya di Dili, ibukota Timor Leste, Senin, mengatakan aksi penembakan yang dilakukan kelompok pemberontak pimpinan Reinaldo itu berlangsung di kediaman presiden.

Presiden Ramos Horta langsung diterbangkan oleh pasukan Australia dengan sebuah pesawat helikopter menuju negeri Kanguru, namun perkembangan lanjut mengenai kondisi mantan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Timor Leste itu belum diketahui dan juga masih simpang-siur .

Sementara, Mayor Alfredo Reinaldo dilaporkan tewas seketika tatkala aksi baku tembak antara pasukan pengawal presiden dengan kelompok pemberontak yang menyerbu kediaman presiden Senin.(*)

Editor: Heru

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Remaja ini selamat walau terbang 5 jam di roda pesawat

Remaja ini selamat walau terbang 5 jam di roda pesawatSeorang remaja pria tiba dengan selamat dalam penerbangan dari California ke Hawaii kendati dia menumpangi tempat roda ...

Presiden: pemimpin harus pahami masyarakat

Presiden: pemimpin harus pahami masyarakatPresiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemimpin harus bisa memahami keinginan masyarakat melalui penerapan ...

Hasil UN bisa jadi dasar penerimaan siswa baru

Hasil UN bisa jadi dasar penerimaan siswa baruHasil Ujian Nasional (UN) bisa jadi dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau dasar ...