Konjen Jepang Kagumi Bunga Sakura di USU

Kamis, 14 Februari 2008 19:59 WIB | 1390 Views

Berita Terkait
Galeri Terkait
Medan (ANTARA News) - Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Medan, Minoru Shirota, mengemukakan kekagumannya terhadap rangkaian bunga Sakura buatan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang dipamerkan pada festival budaya Jepang.

"Di Jepang bunga ini belum mekar karena masih musim dingin, tapi di Medan bunga ini sudah berkembang seiring semakin berkembangnya persahabatan Indonesia dan Jepang," katanya di Medan, Kamis.

Minoru mengatakan, tahun ini merupakan "Golden Year of Friendship 2008 Indonesai-Japan" guna memperingati 50 tahun hubungan diplomatik pemerintah kedua negara.

Menurut dia, sepanjang tahun persahabatan itu hubungan persahabatan lebih terfokus pada bidang pendidikan, kebudayaan, pertukaran pelajar dan pemuda serta di bidang ekonomi.

Untuk itu dalam peringatan tahun emas bisa dimanfaatkan untuk memperluas dan memperdalam hubungan bilateral kedua negara khususnya kerja sama bidang sumber daya alam.

"Indonesia kaya akan sumber daya alam dan jumlah penduduk serta didukung perekonomian yang tumbuh pesat. Untuk itu kita menginginkan kerjasama di bidang hasil alam itu terus ditingkatkan, sementara Jepang unggul dalam sains dan teknologi," katanya.

Festival budaya Jepang yang digelar di kampus USU itu merupakan rangkaian acara memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara pemerintah Jepang-Indonesia yang terjalin sejak 1958.

Selain memamerkan rangkaian bunga Sakura, festival itu juga diisi dengan kegiatan lain seperti pameran mainan, pemutaran film, pameran pendidikan, workshop origami, demo masak kue, demo aikido dan lomba kaligrafi Jepang. (*)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Hujan es cenderung terjadi pada peralihan musim

Hujan es cenderung terjadi pada peralihan musimHujan es yang terjadi di Kebun Jeruk Jakarta Barat pada Selasa (22/4) merupakan fenomena alam yang cenderung terjadi ...

LIPI: masyarakat belum paham konservasi Pulau Pombo

LIPI: masyarakat belum paham konservasi Pulau PomboPeneliti Balai Konservasi Biota Laut (BKBL) LIPI Ambon mengatakan bahwa masyarakat belum memahami tentang perlindungan ...

Peneliti LIPI temukan tiga spesies katak baru

Peneliti LIPI temukan tiga spesies katak baruPeneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan tiga spesies katak baru dari marga Chiromantis yang ...