Jakarta (ANTARA News) - Ketua Komite Bersama Perbatasan Indonesia-Malaysia (GBC Malindo) Indonesia, Juwono Sudarsono, akan mengkaji intensif indikasi keberadaan warga negara Indonesia dalam organisasi paramiliter Malaysia, Askar Wathaniah. "Saya akan mengadakan rapat interdept, untuk menelaah secara benar ada tidaknya warga negara Indonesia yang menjadi anggota Askar Wathaniah," katanya, ketika dikonfirmasi ANTARA News di Jakarta, Jumat. Juwono yang juga Menteri Pertahanan (Menhan) RI itu mengatakan, rapat akan diikuti seluruh departemen terkait baik Menhan, Depdagri, Deplu, Depkum HAM, TNI, dan Polri. "Rapat akan diadakan Selasa (19/2) pekan depan, dan hasilnya akan disampaikan ke Menko Polhukam, bukan dibicarakan dengan mitra saya dari Malaysia," ujarnya. Sebelumnya, usai Rapat Koordinasi Bidang Polhukam Jumat (15/2) Menko Polhukam Widodo Adi Sutjipto menegaskan, tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi anggota Askar Wathaniah. "Selama ini tidak ada rekrutmen warga Indonesia untuk masuk dalam Askar Wathaniah. Tetapi, kita akan tetap waspadai dan tanggapi serius," ujarnya. Karena itu, General Border Committee Malaysia-Indonesia (GBC Malindo) Indonesia perlu segera mengadakan rapat dan koordinasi seluruh kelompok kerja yang ada di badan itu guna mengkaji lebih dalam benar tidaknya adanya WNI yang terlibat dalam organisasi paramiliter Malaysia itu. "Selain itu, saya juga telah memerintah Dirjen Pemerintah Umum Depdagri untuk turun ke lapangan mengecek langsung kondisi di lapangan hingga bisa dipastikan apa yang terjadi terkait indikasi tersebut," ujar Widodo.(*)

Pewarta:
Editor: Heru Purwanto
Copyright © ANTARA 2008