Merak (ANTARA News) - Administrator Pelabuhan kelas I Banten sementara melarang kapal ferry beroperasi dan membawa penumpang dari Merak ke Bakauheni, Lampung, mengingat gelombang besar setinggi sekira empat meter melanda perairan itu.

"Informasi dari Badan Meteorolgi, Klimatologi dan Geofisika, gelombang di Selat Sunda masih dibawah empat meter, dan kalau gelombang itu capai empat meter, tentunya kami melarang kapal ferry untuk berlayar," kata Kepala Adpel kelas I Banten, B Soegiharto, Sabtu.

Meski saat ini gelombang Selat Sunda masih di bawah empat meter, namun pihaknya masih tetap memberikan peringatan terhadap seluruh nahkoda kapal yang beroperasi, agar senantiasa memperhatikan alat keselamatan kapal dan penumpang.

"Walaupun setiap kapal yang ada di sini, setiap tahun rutin dilakukan uji kelayakan, namun kami selalu memberikan peringatan dan imbauan, agar seluruh nahkoda mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang," katanya.

Terkait dengan masih antrenya ribuan truk sembako dan pakan ternak yang hingga saat ini sampai di dalam jalan tol, Soegiharto menjelaskan, hal tersebut dikarenakan pengaruh gelombang tinggi.

"Kapal dengan kondisi seperti ini tentunya menghadapi hambatan seperti sulitnya untuk sandar, sehingga mempengaruhi jadwal kedatangan dan kebarangkatan," ujarnya.

Pantauan di lokasi, ribuan truk masih antre di kantong parkir ASDP Merak, dan jalan layang di Cikuas Atas Merak. Umumnya, mereka sudah berjam-jam menunggu, bahkan ada yang sudah antre sejak Kamis (20/1).

(KR-MSR/A035)