Jakarta (ANTARA News) - Indonesia bisa kehilangan momentum yang baik untuk membangun perekonomian dalam negeri bila banyak pihak terus-menerus terlibat dalam kekisruhan politik.

"Hal yang harus dilakukan saat ini adalah masing-masing pihak cooling down, menahan diri, tidak saling menyalahkan," kata pengamat ekonomi, Handito Joewono, di Jakarta, Jumat.

Handito yang juga Ketua Komite Tetap Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kadin Indonesia itu mengatakan, sekarang merupakan momentum yang baik bagi Indonesia untuk membangun perekonomian lebih baik di tengah kondisi perekonomian global yang sedang pulih.

Menurut dia, jika Indonesia gagal memanfaatkan kesempatan atau momentum maka perekonomian Indonesia akan tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga.

"Kalau kita tidak bisa memanfaatkan ini, kita akan menyesal nantinya. Saya ibaratkan saat ini kuda sedang berlari kencang dan kita harus bisa menungganginya," kata Handito.

Ia berpendapat, Indonesia tidak boleh tertinggal dibandingkan negara tetangga karena beberapa waktu lalu Indonesia sempat menjadi tiga besar negara di dunia bersama China dan India yang mampu bertahan menghadapi terpaan krisis global.

Indonesia bahkan mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif di tengah kelesuan perekonomian dunia di mana banyak negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus.

"Carut-marut perpolitikan di dalam negeri akan menimbulkan persepsi yang buruk yang tidak menguntungkan Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, jika hal itu bisa dikendalikan bukan tidak mungkin tingkat kemajuan Indonesia akan lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara tetangga.

Handito menambahkan, ketidakpastian hukum dan carut-marut politik di negeri ini menghambat kinerja sektor usaha, industri, investasi, sekaligus menurunkan tingkat kepercayaan investor dan optimisme dunia usaha.

Ia mengimbau agar semua pihak turut serta membangun persepsi yang baik bagi Indonesia agar iklim usaha di Tanah Air semakin kondusif bagi dunia usaha.

(H016/S026)