Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Udara segera diperkuat satu skuadron atau 16 pesawat T50 Golden Eagle dari Korea Selatan tahun depan, untuk meningkatkan kemampuan para penerbang matra udara, kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat usai peringatan ke-65 TNI Angkatan Udara di Jakarta, Sabtu.

Imam Sufaat menambahkan, pengadaan pesawat tersebut merupakan salah satu program pengembangan kekuatan TNI Angkatan Udara hingga 2024 berdasar kekuatan dasar minimum.

"Kebijakan dari Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono) untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan alutsista khususnya untuk mengganti pesawat-pesawat berusia di atas 30 tahun," ujarnya.

Pesawat latih T50 Golden Eagle rencananya menggantikan Hawk 53 MK buatan Inggris yang segera dipensiunkan. Selain T50, TNI Angkatan Udara juga akan membeli pesawat Super Tucano untuk menggantikan OV-10 Bronco.

"Proses pengadaan T50 sudah ditetapkan oleh Kemhan (Kementerian Pertahanan). Proses pengadaan sudah dimulai," tuturnya.

Untuk membeli satu skuadron T50, pemerintah harus menyiapkan danaa 400 juta dolar AS. Pesawat rencananya mulai dikirim ke Indonesia pada 2012.

"Normalnya sebenarnya 18 bulan, tapi kami minta perusahaannya untuk mempercepat," kata Imam seraya menyebutkan T50 cocok untuk latihan pilot pesawat Sukhoi dan memiliki kemampuan mirip F 16.

"Jadi sebelum mereka ke Sukhoi, mereka kita latih pakai T50 dulu. Karena kalau latihan pakai Sukhoi "cost operasional" nya cukup besar. Selain untuk latihan, pesawat ini bisa digunakan untuk operasi penyerangan ringan," kata Imam.

R018/A011