Lapangan Laut Dalam Chevron Dikembangkan Tahun Ini

Kamis, 3 Januari 2008 11:23 WIB | 588 Views

Jakarta (ANTARA News) - PT Chevron Indonesia Company bisa memulai pengembangan lapangan gas yang berada di laut dalam Selat Makassar, Sulawesi Selatan, pada tahun ini.

Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Kardaya Warnika sebelum rapat pimpinan Departemen ESDM di Jakarta, Kamis mengatakan, jika rencana pengembangan (plan of evelopment/PoD) sudah disetujui Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, maka kegiatan eksplorasinya sudah bisa dimulai.

"Kalau sudah disetujui Menteri, maka tahun ini juga bisa segera dikembangkan," katanya.

Ketika ditanya Menteri ESDM sudah menyetujui PoD laut dalam yang dikelola Chevron tersebut, Kardaya mengaku belum menerimanya.

Ia juga belum mengetahui jumlah sumur yang akan dibor pada tahap awalnya.

Sebelumnya, BP Migas telah mengajukan PoD lapangan laut dalam Chevron itu ke Menteri ESDM.

Lapangan tersebut di antaranya Gendalo, Sapi, Gehem, Ranggas, dan Gandang.

Produksi gas dari lapangan yang diperkirakan memiliki cadangan hingga delapan triliun kaki kubik (trilliun cubic feet/TCF) tersebut diharapkan bisa dimulai 2012-2013.

Kapasitas produksinya diperkirakan bisa mencapai 800 juta kaki kubik per hari (mile mile standard cubic feet per day/MMSCFD).

Namun, biaya pengeboran migas di laut dalam terbilang cukup mahal,bisa mencapai 30 juta dolar AS per sumur.

Lapangan laut dalam Chevron tersebut merupakan salah satu andalan pemerintah meningkatkan produksi gas dalam beberapa tahun ke depan.(*)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Rupiah Kamis pagi melemah menjadi Rp11.543

Rupiah Kamis pagi melemah menjadi Rp11.543Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi bergerak melemah 36 poin menjadi Rp11.543 ...

Jokowi diharapkan bentuk kabinet "ramah pasar "

Jokowi diharapkan bentuk kabinet Lembaga riset The Finance Research mengharapkan calon presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) membentuk kabinet yang ...