Golput atau tidak? (1)

Kamis, 20 Maret 2014 14:34 WIB | Dilihat 5.556 Kali
Golput atau tidak? (1)

Sejumlah siswa menggelar aksi kampanye pemilih pemula. Aksi tersebut bertujuan untuk mengajak seluruh siswa yang telah memilihki hak pilih, untuk mengikuti pemilu 2014 serta menurunkan tingkat golput. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Di sini banyak golput karena nggak ada untungnya buat kita pilih caleg yang kita enggak tahu sama sekali
Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah juru kampanye dari berbagai partai politik jauh-jauh hari sudah mengimbau agar para pemilih pemula menggunakan hak pilih mereka, dan tidak memilih untuk golput (golongan putih).

Berikut ini beberapa pendapat dari para pemilih pemula yang dihimpun ANTARA News:

"Banyak orang Indonesia di sini mau golput (tidak menggunakan hak pilihnya). Soalnya sampai saat ini kita enggak tahu siapa yang harus dipilih," ujar Ryan Rahmat (21), Kamis, saat ditanya mengenai apakah warga Indonesia di Filipina akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2014.

Ryan adalah salah satu WNI yang  sedang menempuh pendidikan pilot di All Asia Aviation Academy, Filipina dan sebelumnya berkuliah di Jerman. Pengalaman beberapa tahun jauh dari Tanah Air membuat Ryan dan teman-teman sesama WNI tidak tahu menahu mengenai calon yang akan bertarung pada pemilu kelak.

"Malah kita cuma tahunya, di sini yang eksis di media kayak Farhat Abbas dan artis-artis yang nyalonin jadi caleg," katanya.

Ryan mengatakan, warga Indonesia yang ia kenal di Filipina tidak tertarik untuk memilih artis karena menilai para artis itu tidak pada kapasitasnya terjun ke dunia politik.

"Di sini banyak golput karena nggak ada untungnya buat kita pilih caleg yang kita enggak tahu sama sekali," lanjutnya.

Hal senada disampaikan Enos Ndapareda (20). Warga NTT ini menuturkan bahwa kebanyakan pemilih muda yang ia kenal lebih memilih golput daripada memberikan suaranya.

"Mereka sudah apatis duluan," ujar Enos, mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan Universitas Nusa Cendana Kupang, saat dihubungi melalui telepon, Rabu (19/3) malam.

Meski demikian, Enos bertekad akan menggunakan hak pilihnya karena golput akan menghancurkan negara. Ia mengaku, dalam berbagai kesempatan selalu mengajak teman-temannya untuk tidak golput.

"Saya tidak akan golput. Karena (memilih pada pemilu) merupakan kewajiban saya terhadap negara," ujar Enos. Ia mengaku sudah tahu siapa yang akan dia pilih pada pemilu kali ini. Sedangkan Ryan masih belum menentukan pilihan.

"Saya sih tetap bakal milih," kata Ryan.

Seorang warga Jakarta, Meryam Zahida (21), juga mengatakan akan menggunakan suaranya pada pemilu ini.
"Sebisanya sih pada keduanya (pemilu legislatif dan pemilu presiden) tidak akan golput. Karena saya takut suara yang seharusnya dipakai malah disalahgunakan orang," ujarnya.

Untuk anggota legislatif, Meryam mengaku tidak tahu siapa saja calonnya, tetapi untuk calon presiden, ia mengatakan akan mencari tahu rekam jejak setiap calon yang akan bertarung pada pemilu nanti.

Warga Jakarta lainnya, Wayan, mengatakan semula akan golput namun berubah pikiran, akan memberikan suaranya setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo resmi dicalonkan sebagai presiden

"Saya enggak akan golput. Tadinya mau golput soalnya enggak ada yang bisa dipilih. Tapi karena Jokowi masuk (jadi capres), ya saya pilih dia," kata Wayan yang menilai Jokowi sebagai sosok baru dalam bursa capres disamping calon lain yang itu-itu saja.


Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © 2014

Berita Terkait
Kirim Komentar
Komentar Pembaca