KontraS sediakan info caleg berkualitas di Bersih2014

Minggu, 23 Maret 2014 15:52 WIB | Dilihat 6.082 Kali
KontraS sediakan info caleg berkualitas di Bersih2014

Potongan ilustrasi untuk kampanye mendukung caleg bersih di laman Bersih2014. (Bersih2014)

Jakarta (ANTARA News) - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyediakan informasi tentang calon-calon anggota legislatif (caleg) yang dinilai berkualitas di laman Bersih2014.

"Kami tampilkan sejumlah nama, tidak semua dapil. Mereka ini yang punya pengalaman, keterampilan, komitmen dan dedikasi terhadap masalah-masalah penting yang terjadi di masyarakat," kata Ketua KontraS Harry Azhar di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, daftar caleg Bersih2014 mencakup calon-calon anggota legislatif yang berkomitmen memberantas korupsi, menegakkan hukum, menjaga kelestarian lingkungan, serta membela hak perempuan dan kelompok marjinal.

Dalam situs tersebut, kata dia, tidak ada satupun caleg yang merupakan petahana.

Harry berpendapat jika mayoritas petahana kembali lolos ke parlemen maka kualitas kinerja DPR tidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya.

Oleh karena itu KontraS mendorong peningkatan porsi keterpilihan orang-orang baru untuk masuk ke parlemen.

Dia pun menjamin lembaganya tidak melakukan negosiasi dan tawar menawar dengan orang-orang yang namanya masuk dalam daftar caleg Bersih2014.

"Kami tidak ada negosiasi dengan caleg-caleg tersebut. Yang jadi bahan pertimbangan kami yakni pengalaman dan kiprah mereka," katanya.

KontraS memasukkan 64 nama caleg dari berbagai daerah ke situs www.bersih2014.net.

Harry mengatakan meski dedikasi dan rekam jejak para caleg dalam daftar KontraS sangat bagus tetapi sebagian dari mereka memiliki keterbatasan sumber dana untuk mengkampanyekan diri.

Bila para caleg tersebut berhasil lolos ke parlemen, kata Harry, KontraS akan mengawal dan mengawasi kinerja mereka.

Gerakan Bersih2014 diinisiasi sejak Oktober 2013 oleh KontraS bersama Indonesia Corruption Watch (ICW), Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Transparency International Indonesia (TII) dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2014

Berita Terkait
    Kirim Komentar
    Komentar Pembaca