AS Beri Afganistan 20 Pesawat Angkut

Kabul (ANTARA News/Reuters) - Tentara Amerika Serikat akan memberi Afganistan 20 pesawat angkut pugaran dalam dua tahun mendatang, kata pejabat negara adidaya itu dan Afganistan pada Minggu, menggandakan jumlah angkatan udaranya, yang berkurang.

Dua pesawat angkut tentara berukuran sedang C-27A, buatan Alenia Aeronautica Italia, sudah dikirim, kata Kepala Staf Angkatan Udara Afganistan Jenderal Abdul Wahab Wardak kepada kantor berita Inggris Reuters.

Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat Stanley McChrystal, panglima tentara negara adidaya itu dan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO di Afganistan, menyatakan sisanya berupa pesawat turbo-prop bermesin ganda akan dikirim pada 2011.

"Dengan pengiriman C-27 itu, pilot berani dan trampil angkatan udara mendapat kemampuan melakukan banyak tugas pengangkutan udara, yang sama oleh pasukan gabungan dalam mempertahankan negara mereka," kata McChrystal dalam upacara tentara di Kabul.

Selama pendudukan oleh Uni Soviet pada 1980-an dan sampai 1992, angkatan udara Afganistan memiliki sampai 500 pesawat --termasuk 200 helikopter dan 100 jet tempur-- serta 7.000 anggota.

Wardak menyatakan angkatan udara dengan cepat jatuh ke dalam kesulitan ketika Taliban berkuasa dan bagian terbesar dari perlengkapan itu, yang belum jatuh ke tangan penguasa perang, binasa ketika pasukan Afganistan dukungan Amerika Serikat menumbangkan Taliban pada ahir 2001.

"Dengan kedatangan pesawat baru, angkatan udara kami akan memunyai 40 pesawat, termasuk sembilan helikopter," kata Wardak.

"Pada 2016, Angkatan Udara Afganistan akan memunyai 150 pesawat dan sekitar 8.000 anggota," kata Wardak.

Alam ganas dan bergunung Afganistan berarti jalan darat ke bagian terbesar negara itu sulit, membuat angkutan udara lebih penting.

Pesawat C-27 berkemampuan terbang dan mendarat dengan jarak pendek dan dapat membawa barang sampai 10.700 kilogram.

Dengan semula dirancang sebagai pesawat G.222 oleh pembuatnya, tentara Amerika Serikat sejak itu memperoleh jenis terbaru pesawat tersebut, C-27J Spartans.

Alenia adalah satuan Finmeccanica Italia.

Kehilangan kemauan politik antarbangsa merupakan ancaman terbesar pada perjuangan tentara melawan Taliban, kata panglima tertinggi Barat di Afganistan memperingatkan pada tengah Oktober.

Jenderal Jim Dutton, wakil panglima Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan NATO, menyatakan perlawanan menghebat akibat kepercayaan bahwa dukungan antarbangsa bagi perang itu berkurang.

Pada 8 Oktober, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa membarui amanat pasukan pimpinan NATO itu untuk melawan perjuangan Taliban di Afganistan dengan satu tahun lagi.

Dewan Keamanan juga meminta penguatan dilakukan, walaupun terjadi peningkatan perlawanan terhadap perang itu di Barat.

Sejumlah 1.519 tentara utara NATO dan pimpinan Amerika Serikat tewas di negara terkoyak perang itu sejak serbuan pimpinan negara adidaya tersebut pada 2001 untuk menggulingkan pemerintah Taliban, kata hitungan Reuters.

Taliban, yang memerintah Afganistan sejak 1996, mengobarkan perlawanan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh serbuan pimpinan Amerika Serikat pada 2001, karena menolak menyerahkan pemimpin Alqaida Osama bin Ladin, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah negara adi daya itu, yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.(*)