Israel Takkan Bebaskan Tokoh Palestina

Jerusalem, (ANTARA News) - Israel, Minggu, menyatakan Tel Aviv takkan membebaskan tokoh gerilyawan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan yang saat ini dibahas dengan HAMAS guna memperoleh pembebasan prajurit Israel, Gilad Shalit, demikian laporan harian lokal Ha`aretz.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengeluarkan pernyataan itu, menambahkan negaranya akan bersikap tegas mengenai janjinya untuk melihat sebagian gerilyawan yang akan dibebaskan diusir dari Tepi Barat Sungai Jordan, demikian laporan yang disiarkan di jejaring surat kabar tersebut, sebagaimana dikutip dari Xinhua.

HAMAS menuntut pembebasan ratusan tahanan Palestina, yang disekap di penjara Israel, sebagai pertukaran bagi pembebasan Shalit, yang ditangkap oleh pejuang Jalur Gaza pada 2006.

Setelah beberapa pekan adanya perkiraan mengenai kemajuan dalam pembicaraan antara Israel dengan HAMAS tentang pertukaran tahanan dan melanjutkan permainan saling-tuduh mengenai siapa yang menahan kesepakatan, Wakil pemimpin HAMAS Moussa Abu Marzouk, Ahad, untuk pertama kali menyalahkan penengah Jerman atas macetnya perundingan, demikian laporan harian berbahasa Arab yang berpusat di London, Al-Hayat.

Dalam satu wawancara dengan harian itu, Abu Marzouk mengatakan, "Ada tindakan dan perbuatan tertentu yang mestinya dilakukan oleh penengah, tapi tak dilakukan." Ia menambahkan penengah mestinya bisa bersikap lebih tegas dalam upayanya menengahi kompromi antara kedua pihak.

Abu Marzouk juga menyalahkan Netanyahu atas terhentinya perundingan.

"(Perdana Menteri terdahulu Israel Ehud) Olmert sekalipun tidak melangkah mundur seperti Netanyahu, tapi tak satu pun dari mereka melaksanakan kesepakatan yang dicapai dalam berbagai pembicaraan," kata Abu Marzouk.

Ia menambahkan jika pembicaraan gagal, Netanyahu bertanggung jawab.

Pekan lalu, Abu Marzouk mengatakan penengah Jerman bukan penengah pertama, dan juga bukan yang terakhir.

Pada Kamis, Ha`aretz melaporkan bahwa Netanyahu telah mengirim surat kepada HAMAS untuk mengumumkan bahwa tim perunding pertukaran tahanan takkan diberikan keluwesan lebih lanjut sehubungan dengan pembebasan gerilyawan yang berbahaya di Tepi Barat.

Perdana menteri itu berkeras bahwa gerilyawan yang sangat berbahaya takkan dibebaskan ke tempat mereka mungkin membahayakan nyawa warganegara Israel, kata beberapa sumber sebagaimana dikutip.(*)