Korban Gempa Papua Tagih Janji Pemerintah
Jakarta (ANTARA News) - Korban bencana di Kepulauan Yapen, Papua menagih janji pemerintah merehabilitasi dan merekonstruksi atau pembangunan kembali pasca gempa tektonik berkekuatan 6,2 SR-7,1 SR mengguncang daerah setempat pada Rabu (16/6)."Hingga hari ini, belum ada bantuan dari pemerintah agar warga bisa membangun kembali rumah mereka yang hancur akibat gempa," kata salah seorang warga di Kainui I, Distrik Angkaisera, Kepulauan Yapen, Papua, Yopi Tabai kepada ANTARA melalui sambungan telepon dari Papua, Senin.
Yopi menjelaskan, bantuan yang datang baru berupa beras, mie instan dan beberapa kebutuhan logistik lainnya.
Padahal, bantuan tersebut biasanya diberikan pada masa tanggap darurat pascabencana.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem pernah mengatakan masa tanggap darurat berakhir pada 14 Juli 2010 dan setelah itu dilanjutkan masa rehabilitasi dan rekonstruksi atau pembangunan kembali.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Papua dihadapan Menko Kesra Agung Laksono yang datang ke Distrik Angkaisera Kabupaten Kepulauan Yapen, Sabtu (26/6).
Namun, hingga Senin ini atau lima hari pascaberakhirnya masa tanggap darurat, warga mengaku belum menerima bantuan untuk membangun kembali rumah mereka.
"Setidaknya bantu kami dalam bentuk bahan material untuk membangun rumah karena hingga hari ini belum ada bantuan datang dan kami masih tidur di antara puing-puing rumah yang rusak dan mendirikan tenda darurat di samping rumah," katanya.
Sementara itu, saat meninjau langsung ke lokasi gempa pada Sabtu (26/6) ANTARA pernah bertemu dengan Yopi Tabai (50). Ia merupakan salah satu korban gempa di Desa Kainui I, Angkaisera Kepulauan Yapen, Papua.
Ia dan keluarganya harus mengungsi di tenda darurat yang didirikan di samping rumahnya yang rusak sedang akibat gempa.
Tenda darurat tersebut dibangun seadanya dari terpal dan kain-kain sehingga kerap bocor kala hujan turun.
Padahal, salah satu anggota keluarga Yopi adalah bayi berusia empat bulan bernama Abraham.
Abraham terpaksa harus ikut tidur di tenda darurat meskipun guyuran hujan dan gigitan nyamuk mengancam kesehatan bayi tersebut.
Kondisi serupa keluarga Yopi juga dialami hampir seluruh penduduk di Desa Kainui I.
Kepala Desa Kainui I, Fredik Tabai mengatakan sekitar 125 kepala keluarga di desanya terpaksa tidur di tenda darurat di dekat rumah mereka masing-masing yang rusak akibat gempa. Kerusakan mulai rusak ringan hingga berat.
Saat melakukan peninjauan pada Sabtu (26/6) Menko Kesra memberikan dana sebesar Rp1 miliar yang dibagi Rp500 juta untuk Kabupaten Kepulauan Yapen dan Rp500 juta untuk Kabupaten Waropen.
Dana tersebut diperuntukkan bagi keperluan masyarakat selama masa tanggap darurat yang akan berakhir pada tanggal 14 Juli 2010.
(W004/B010)