Studi Bilang Banyak Pria Stres Jadi Orang Tua

Jakarta (ANTARA News)- Tahukah Anda, satu dari lima pria ternyata mengalami stress setelah menjadi ayah?

Menurut penelitian dari Medical Research Council (MRC), satu dari lima laki-laki menderita depresi setelah mempunyai anak. Depresi tersebut disebabkan kurang tidur, bertambahnya tanggung jawab lebih, dan berubahnya hubungan dengan pasangan hidup mereka.

Ketika dianugerahi anak pertama, sekitar 12,21 persen ayah setidak-tidaknya mengalami  satu episode penuh depresi, demikian hasil penelitian mendalam dari lembaga penelitian kesehatan yang berbasis di Inggris itu seperti yang dikutip The Guardian.

Penelitian yang diketuai oleh Professor Irwin Nazareth, salah satu direktur riset MRC itu, melibatkan 86.957 keluarga dari tahun 1993 sampai 2007.

Terdapat bukti kuat bahwa depresi setelah kelahiran anak dialami sebagian besar pria maupun wanita.  Keadaan jiwa calon ayah ternyata seperti perempuan yang sedang mengandung.

Penelitian dilakukan dengan  menganalisis diagnosa kondisi dan resep obat antidepresi yang dikonsumsi.

Hasilnya, sebanyak tiga persen dari para ayah mengalami depresi di tahun pertama bayi mereka, kemudian jumlah ayah yang mengalami depresi meningkat menjadi 10 persen ketika anak mereka mencapai usia empat tahun, menjadi 16 persen ketika si kecil beranjak delapan tahun, dan 21 persen ayah mengalami depresi ketika si buah hati berusia 12 tahun.

Penelitian itu juga menemukan bahwa depresi pascamelahirkan ternyata lebih banyak ditemukan menimpa para ibu.

13 persen ibu yang diteliti ternyata stress sejak tahun pertama setelah melahirkan. Jumlah ini melonjak menjadi 24 persen setelah anak mereka berusia empat tahun, bertambah lagi menjadi 33 persen setelah si anak berusia delapan tahun, dan l 39 persen ibu menderita depresi setelah anak menginjak usia 12 tahun.

Para peneliti itu mengungkapkan bahwa depresi dipicu oleh  tidur terganggu, perubahan tanggung jawab, dan tekanan tambahan dalam hubungan sebagai  orang tua.

"Ini adalah sebuah riset yang terbaik yang pernah saya saksikan tetapi yang justru sering diabaikan oleh dunia kesehatan," kata Steve Field, ketua Royal College of General Practitoners, sebuah organisasi dokter-dokter umum di Inggris.

"Sebagai dokter umum saya sering melihat banyak ayah yang menderita stress dan depresi, terutama pada satu atau dua tahun pertama menjadi orang tua," sambung Field.

Menurut Field, para pria yang sedang beradaptasi  sebagai orang tua sambil terus menjalankan pekerjaan,  biasanya mengalami stress.

"Penelitian ini seharusnya bisa meningkatkan kewaspadaan pada ayah atau calon ayah akan stress dan masalah-masalah potensial lainnya, serta mendorong para dokter umum untuk mengamati para pria. Penelitian itu seharusnya bisa membantu meningkatkan kualitas hidup para ayah dan menjamin adanya terapi atau perawatan lainnya sejak dini," komentar Field lebih lanjut.

"Selama ini pendapat yang luas beredar adalah depresi atau tekanan mental pada ibu yang bisa berdampak pada anak-anak, tetapi kenyataannya kesehatan jiwa ayah juga berpengaruh kuat pada anak," tegas Rob Williams, ketua eksekutif Fatherhood Institute.
(Ber/A038/BRT)