Buku Fenomena Perempuan (Melepas) Jilbab Diluncurkan

Jakarta (ANTARA News) - Buku "Psychology of Fashion" : Fenomena Perempuan (Melepas) Jilbab yang ditulis psikolog dari Universtas Persada Indonesia, Juneman (27) diluncurkan di Jakarta, Selasa sore, dan dihadiri mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Prof Dr Meutia Hatta Swasono.

Menurut Juneman, buku tersebut berisikan hasil riset kualitas dirinya sebagai peneliti terhadap subjek yang melepas jilbabnya dan lebih menyoroti perempuan yang melepas jilbabnya (setelah sebelumnya mengenakan jilbab) dari perspektif psikososial filosofis, dengan didukung teori psikologi kontemporer.

"Buku ini menghadirkan pergulatan atau dinamika kepercayaan eksistensial muslimah yang melepaskan jilbabnya pada sebelum, sedang dan sesudah melakukan tindakan itu," katanya.

Dia menambahkan, meskipun tidak berpretensi mewakili seluruh muslimah di Indonesia yang melepas jilbab, buku ini dapat menggugah kearifan masyarakat sebagai pribadi dan ketika dihadapkan pada fenomena ini.

"Buku ini juga mengandung muatan psikologi perkembangan, psikologi perempuan, psikologi spiritual dan psikologi sosial," ujarnya.

Juneman menegaskan, semua muslimah dalam penelitian di buku tersebut tetap menjadi seorang muslim sampai mereka telah melepaskan jilbabnya saat ini, namun cara mereka menjadi muslim, dan lebih khusus cara memakai jilbab dan berjilbab beberapa kali diperdalam, diperluas dan ditata kembali.

Meutia Hatta Swasono dalam sambutan mengharapkan, kehadiran buku diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk bisa memahami perbedaan dan pluralisme dalam kehidupan berbangsa dan berbegara.

Sementara itu, guru besar UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Prof Dr Siti Musdah Mulia, MA yang menulis kata pengantar dalam buku tersebut mengatakan, buku tersebut menarik untuk dibaca siapa pun yang ingin mendalami tentang jilbab.

Oleh karena itu, katanya, perlu membangun sikap apresiasi terhadap perempuan yang atas kerelaannya sendiri memakai jilbab, sebaliknya juga menghargai mereka yang dengan pilihan melepas jilbabnya.

Ketua LSM Jejaring Komunikasi Kesehatan Jiwa (Jejak Jiwa) selaku penyelenggara peluncuran buku itu, dr G Pandu Setiawan, SpKJ mengatakan, Juneman sebagai penulis dan peneliti, memiliki kejelian memilih tema yang nilainya jauh lebih penting adalah apabila masyarakat melihat upaya ini sebagai tawaran dialog berkelanjutan.(*)
(ANT/R009)